Jatengvox.com – Tim II Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan program pendampingan bertajuk “Perlindungan Kulit dari Bahaya Air Pantai yang Tercemar oleh Sampah” bagi masyarakat pesisir Desa Nyamplungsari pada Minggu (9/8/2026).
Program ini hadir untuk menjawab kekhawatiran akan gangguan kesehatan kulit yang dapat timbul akibat aktivitas warga di air pantai yang kondisinya tercemar sampah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran warga pesisir mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit sebelum maupun sesudah beraktivitas di pantai.
Rangkaian kegiatan dikemas melalui penyuluhan kesehatan yang disertai pembagian leaflet berisi informasi seputar risiko gangguan kulit akibat kontak dengan air pantai yang tercemar, serta langkah-langkah sederhana untuk mencegahnya, seperti membilas tubuh dengan air bersih setelah beraktivitas di pantai.
Mahasiswa juga mengajak warga untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membuang sampah pada tempatnya demi menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Masyarakat Desa Nyamplungsari mengapresiasi kehadiran program tersebut yang dinilai relevan dengan kondisi wilayahnya.
“Terima kasih banyak untuk mahasiswa KKN yang sudah mengedukasi kami soal bahaya air pantai yang tercemar sampah bagi kulit. Ini penting sekali, apalagi banyak warga di sini yang aktivitasnya berhubungan langsung dengan pantai setiap hari,” ujar salah satu warga Desa Nyamplungsari.
Melalui program ini, mahasiswa turut menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 14 tentang ekosistem lautan.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah kendala turut dijumpai, di antaranya keterbatasan waktu yang membuat materi belum bisa disampaikan secara maksimal, tingkat pemahaman warga yang beragam, hingga aktivitas warga di sekitar pantai yang sedikit banyak memengaruhi fokus peserta selama kegiatan berlangsung.
Kesadaran warga untuk mengurangi sampah plastik dan menjaga kebersihan pantai pun dinilai masih perlu terus ditingkatkan.
Ke depan, mahasiswa berharap edukasi ini dapat berlanjut serta mendorong keterlibatan aktif warga dalam berbagai kegiatan kebersihan lingkungan pesisir, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus kelestarian laut.
Penulis: Tim KKN-R UNDIP TIM II Desa Nyamplungsari
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar