Aku pernah tinggal
di antara ribuan teman,
bergoyang mengikuti angin
di bawah langit yang luas.
Pagi-pagi, hujan mengetuk tubuhku,
matahari mengusap hangatku,
sementara tangan petani
menjagaku dengan sabar.
Hari berganti hari,
hingga tiba waktu untuk pergi.
Aku dipetik dari tangkai,
meninggalkan sawah tempatku tinggal.
Hijauku perlahan pergi,
tubuhku menjadi putih dan kecil.
Aku bertemu air dan hangatnya api,
lalu berubah menjadi nasi.
Kini aku duduk
bersama teman-temanku.
Ada lauk dan sayur
menunggu di atas piring.
Di depanku seorang anak,
menggenggam sendok dengan gembira.
Aku hanya satu butir nasi,
kecil di antara hidangan.
Namun, tahukah kamu?
Sebelum sampai ke piringmu,
aku mendengar nyanyian hujan
dan merasakan hangat matahari.
Aku menempuh jalan yang panjang
untuk sampai ke hadapanmu.
Kini aku ingin menjadi tenaga
dalam langkah dan permainanmu.
Jika suatu hari
kau menemukanku di sudut piring,
jangan buru-buru melupakanku.
Aku membawa perjalanan panjang
hingga sampai kepadamu.
Karya: Nova Faradhita Wulandari
Instagram: @antheanva_
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar