Satu Butir Nasi

waktu baca 1 menit
Minggu, 4 Okt 2026 12:07 1 jatengvox

Aku pernah tinggal

di antara ribuan teman,

bergoyang mengikuti angin

Iklan

di bawah langit yang luas.

Pagi-pagi, hujan mengetuk tubuhku,

matahari mengusap hangatku,

sementara tangan petani

menjagaku dengan sabar.

Hari berganti hari,

hingga tiba waktu untuk pergi.

Aku dipetik dari tangkai,

meninggalkan sawah tempatku tinggal.

Baca juga:  Sepeda dari Ayah

Hijauku perlahan pergi,

tubuhku menjadi putih dan kecil.

Aku bertemu air dan hangatnya api,

lalu berubah menjadi nasi.

Kini aku duduk

bersama teman-temanku.

Ada lauk dan sayur

menunggu di atas piring.

Di depanku seorang anak,

menggenggam sendok dengan gembira.

Aku hanya satu butir nasi,

kecil di antara hidangan.

Namun, tahukah kamu?

Sebelum sampai ke piringmu,

aku mendengar nyanyian hujan

dan merasakan hangat matahari.

Aku menempuh jalan yang panjang

untuk sampai ke hadapanmu.

Kini aku ingin menjadi tenaga

dalam langkah dan permainanmu.

Baca juga:  Ketika Kritik Dipenjara, yang Sesungguhnya Sedang Ditahan Adalah Kebebasan

Jika suatu hari

kau menemukanku di sudut piring,

jangan buru-buru melupakanku.

Aku membawa perjalanan panjang

hingga sampai kepadamu.

 

 

Karya: Nova Faradhita Wulandari

Instagram: @antheanva_

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA