Cegah Gangguan Pernapasan, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga Nyamplungsari soal Bahaya Asap Pembakaran Sampah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 22:00 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Bahaya Pembakaran Sampah terhadap Kesehatan Pernapasan” bagi warga Desa Nyamplungsari pada Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini digagas untuk menumbuhkan pemahaman warga akan risiko kesehatan, khususnya gangguan sistem pernapasan, yang muncul akibat kebiasaan membakar sampah rumah tangga yang masih lazim dilakukan di desa tersebut.

Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa lebih dulu melakukan pengamatan terhadap pola pengelolaan sampah serta kebiasaan warga dalam membakar sampah di lingkungan sekitar.

Baca juga:  Dukung Target SDGs Ekonomi Sirkular, Mahasiswa KKN Undip Serahkan Buku Saku Valuasi Ekonomi Sampah ke Warga Desa Depok

Dalam pelaksanaannya, penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar warga lebih mudah memahami kandungan berbahaya dalam asap hasil pembakaran sampah serta dampaknya bagi tubuh, mulai dari batuk, iritasi tenggorokan, hingga sesak napas.

Selain itu, mahasiswa turut memaparkan sejumlah alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik.

Ketua PKK Desa Nyamplungsari, Siti Munarti, menyambut baik kehadiran program ini dan berharap ilmu yang diberikan dapat terus diingat serta diterapkan oleh warga.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tim II Undip Inovasikan Gummy Jamu Jammy, Olahan Jamu Modern dari UMKM Desa Pondok

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah mau berbagi ilmu tentang bahaya asap sampah ini. Semoga setelah ini warga bisa mulai mengurangi kebiasaan membakar sampah dan lebih peduli pada kesehatan pernapasan keluarga,” ujar Siti Munarti.

Meski demikian, mahasiswa mengakui pelaksanaan program tidak lepas dari sejumlah kendala, seperti keterbatasan waktu yang membuat sesi diskusi belum bisa digali lebih dalam, serta kebiasaan membakar sampah yang sudah berlangsung lama sehingga perubahan perilaku warga diperkirakan membutuhkan proses bertahap.

Minimnya sarana pengelolaan sampah yang memadai di desa juga menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong warga beralih dari kebiasaan membakar sampah.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Melati dan Sekam Padi Bersama KWT Sekar Melati

Ke depan, mahasiswa KKN mendorong warga untuk mulai memilah sampah dari rumah, mengolah sampah organik menjadi kompos sederhana, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait penyediaan sarana pengelolaan sampah yang lebih layak.

Materi edukasi rencananya juga akan disebarluaskan melalui poster agar pesan mengenai bahaya pembakaran sampah terus tersampaikan kepada masyarakat luas.

 

 

Penulis: Tim KKN-R UNDIP TIM II Desa Nyamplungsari

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA