Berita  

FLOQ Hadirkan World Cup Trading Campaign: Dukung Tim Favorit, Kumpulkan Poin, dan Menangkan Total Hadiah Rp200 Juta

Jakarta, Indonesia (10 Juni) Piala Dunia selalu menjadi momen yang menyatukan jutaan orang melalui semangat kompetisi, strategi, dan keyakinan terhadap tim yang mereka dukung. Semangat yang sama juga sering ditemukan di pasar aset digital, di mana keputusan, disiplin, dan perspektif jangka panjang menjadi faktor penting dalam membangun portofolio.  World Cup merupakan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh FIFA sejak tahun 1930. Selama lebih dari sembilan dekade, ajang ini telah menjadi panggung bagi para pemain terbaik dunia dan menghadirkan momen-momen bersejarah yang menyatukan miliaran penggemar dari berbagai negara. FIFA World Cup 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta diperkirakan akan menarik lebih dari 5 miliar penonton secara global sepanjang turnamen berlangsung.  Untuk merayakan kemeriahan World Cup 2026, FLOQ menghadirkan World Cup Trading…

Berita  

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Menentukan Arah Bitcoin pada Juni 2026

Jakarta, 10 Juni 2026 — Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin memasuki Juni 2026. FLOQ menilai bahwa peluang pemulihan pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada meredanya tensi global dan stabilitas arus modal di pasar aset digital.  Sentimen pasar berubah setelah Iran menangguhkan perundingan melalui mediator dengan Amerika Serikat dan kembali melontarkan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan memperkuat sentimen risk-off yang mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.  Di saat yang sama, pasar kripto juga menghadapi tekanan dari perpindahan lebih dari 10.000 BTC yang terkait dengan estate Mt. Gox, serta arus keluar (outflow) ETF kripto di Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 1,1 miliar dolar AS dalam sepekan. Kombinasi faktor tersebut mendorong pergerakan harga Bitcoin turun dari level psikologis 70.000 dolar AS dan sempat menyentuh area 60.000 dolar AS.  “Volatilitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global. Meski tekanan jangka pendek masih tinggi, kami melihat koreksi yang terjadi merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar dan penting bagi investor untuk tetap berfokus pada fundamental serta manajemen risiko,” ujar Yudhono…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.