Jatengvox.com — Perkembangan teknologi digital mendorong berbagai sektor usaha untuk beradaptasi, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pariwisata. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program “Digitalisasi Pembayaran Tiket Kolam Renang Tirto Kamandanu melalui Implementasi QRIS dan E-Wallet” sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan di Kolam Renang Tirto Kamandanu, Desa Nganjat.
Program ini diusulkan dan dilaksanakan oleh Jonathan Benedictus Tambunan mahasiswa Jurusan Akuntansi sebagai bagian dari Program Kerja Multidisiplin 1 yang mengusung tema “Integrasi Penguatan UMKM dan Potensi Wisata Desa Nganjat sebagai Model Pemberdayaan Berkelanjutan.” Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu pengembangan potensi yang ada di Desa Nganjat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu memperkenalkan serta mengimplementasikan sistem pembayaran tiket secara digital melalui QRIS dan E-Wallet. Sistem ini memungkinkan pengunjung melakukan pembayaran secara non tunai menggunakan perangkat telepon genggam. Dengan demikian, proses transaksi diharapkan dapat berlangsung secara lebih praktis dan efisien.
Pemanfaatan pembayaran digital juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengelola Kolam Renang Tirto Kamandanu. Transaksi yang dilakukan secara digital dapat membantu menciptakan pencatatan penerimaan yang lebih terstruktur serta mengurangi ketergantungan terhadap transaksi menggunakan uang tunai. Hal tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertib dan modern.
Bagi pengunjung, tersedianya alternatif pembayaran menggunakan QRIS dan E-Wallet memberikan fleksibilitas dalam memilih metode pembayaran sesuai dengan kebutuhan. Kehadiran sistem pembayaran digital juga menjadi bentuk penyesuaian terhadap kebiasaan masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan transaksi nontunai dalam kehidupan sehari-hari.
Selain implementasi sistem, mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada pihak pengelola mengenai penggunaan pembayaran digital agar sistem tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan dengan memberikan penjelasan mengenai alur transaksi dan penggunaan sistem sehingga pengelola dapat menjalankannya secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Program ini sekaligus menjadi penerapan nyata keilmuan Akuntansi dalam mendukung pengembangan UMKM. Digitalisasi tidak hanya dipandang sebagai penggunaan teknologi pembayaran, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan pengelolaan usaha yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap Kolam Renang Tirto Kamandanu dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pengelolaan usahanya. Integrasi teknologi digital dengan potensi wisata lokal diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung perkembangan UMKM dan pariwisata Desa Nganjat secara berkelanjutan.
Penulis : Jonathan Benedictus Tambunan
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar