Atasi Keterbatasan Perpustakaan, Mahasiswa KKN Undip Dampingi Guru SDN 1 Ngaren dan SDN 2 Ngaren Manfaatkan POCADI Melalui iPusnas

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:15 10 jatengvox

Jatengvox.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026 menghadirkan program edukasi pemanfaatan Pojok Baca Digital (POCADI) melalui aplikasi iPusnas bagi para guru di SDN 1 Ngaren dan SDN 2 Ngaren, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Program yang diinisiasi oleh Salsha Savira Dianindri F, mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Fakultas Ilmu Budaya) ini telah terlaksana pada Senin, 10 Agustus 2026. Agenda ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk membantu para guru memperoleh akses bahan bacaan digital di tengah keterbatasan fasilitas perpustakaan di kedua sekolah tersebut.

Kegiatan ini berangkat dari kondisi perpustakaan di kedua sekolah yang belum berjalan optimal. SDN 2 Ngaren bahkan hingga saat ini belum memiliki ruang perpustakaan sama sekali, sementara perpustakaan yang dimiliki SDN 1 Ngaren belum aktif dan belum dikelola dengan baik. Kondisi ini membuat para guru kesulitan memperoleh referensi tambahan untuk menunjang proses pembelajaran di kelas.

Baca juga:  Dari Kaleng Hias, Mahasiswa KKN Undip Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN 02 Bulan

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan POCADI sebagai solusi alternatif akses bahan bacaan melalui aplikasi iPusnas, layanan resmi Perpustakaan Nasional RI yang menyediakan ribuan koleksi e-book, artikel, audio, hingga video secara gratis dan dapat diakses langsung melalui ponsel atau komputer.

Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari cara mengunduh aplikasi iPusnas melalui Play Store, proses pendaftaran akun menggunakan Google atau email, hingga pengenalan berbagai fitur di dalamnya seperti ePustaka, Layanan Perpustakaan Nasional RI, Rekomendasi, Artikel, Buku, Video, dan Audio.

Para guru turut dipandu mempraktekkan langsung cara mencari bahan bacaan sesuai kebutuhan mengajar, seperti buku PKN dan Bahasa Indonesia serta cerita anak, sampai tahap meminjam dan mengembalikan buku digital melalui fitur Rak Pinjam pada menu Profil.

Baca juga:  Dorong Digitalisasi Desa, Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Website SIKANDA dengan Fitur Pelayanan Kesehatan untuk Desa Kandeman

“Kami berharap POCADI ini bisa menjadi alternatif ketika sekolah belum memiliki perpustakaan yang memadai. Dengan iPusnas, guru bisa mengakses bahan bacaan kapan saja tanpa harus datang ke perpustakaan fisik,” tutur Salsha.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program ini.

“Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama karena sekolah memang belum memiliki akses bahan bacaan yang cukup. Semoga aplikasi ini bisa terus dimanfaatkan oleh para guru untuk menambah referensi mengajar,” ungkap salah satu pihak sekolah.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada sesi pelatihan saja, tetapi dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para guru untuk mendukung peningkatan literasi dan wawasan dalam mengajar di kedua sekolah tersebut. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan pendampingan langsung bagi guru yang masih membutuhkan bantuan dalam mengoperasikan aplikasi.

Baca juga:  Dukung Inovasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Undip Bekali Warga dan PKK Desa Nyamplungsari Pelatihan Perhitungan HPP dan Harga Jual Produk Daur Ulang

 

Penulis : Salsha Savira Dianindri F

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA