Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 68 UIN Walisongo Semarang bersama Puskesmas Karangtengah, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, dan kader kesehatan melaksanakan kegiatan tracking sekaligus edukasi kepada pasien Tuberkulosis (TBC) Paru di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan sekaligus mencegah penyebaran penyakit TBC di lingkungan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, tim mendatangi sejumlah rumah pasien berdasarkan data hasil pemeriksaan rontgen yang dimiliki Puskesmas Karangtengah.
Selain memantau kondisi pasien, tim juga memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan masker, kepatuhan mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, penerapan etika batuk, serta langkah-langkah pencegahan penularan TBC kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar.

Petugas Puskesmas Karangtengah, Mastiah, S.Tr.Keb., S.Keb., menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada pasien agar proses pengobatan berjalan optimal.
“Kami dari Puskesmas Karangtengah bersama perangkat desa, PKK, Bhabinkamtibmas, dan mahasiswa KKN bertugas untuk terus mengingatkan pasien TBC agar selalu memakai masker dan rutin minum obat supaya lekas sembuh. Data pasien yang kami kunjungi berasal dari hasil pemeriksaan rontgen yang telah dilakukan oleh Puskesmas Karangtengah,” jelasnya.
Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Desa Wonowoso, Abdul Rozak, menegaskan pentingnya kedisiplinan pasien dalam menjalani pengobatan hingga selesai.
“Pasien harus disiplin mengonsumsi obat sesuai jadwal. Jika pengobatan terputus atau sering melewatkan minum obat, maka proses pengobatan dapat diulang kembali dari tahap awal. Karena itu, kami mengimbau pasien dan keluarga untuk bersama-sama mendukung proses penyembuhan,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan Ketua KKN MIT Posko 68 Achmad Syafiil Anam beserta beberapa mahasiswa KKN, Petugas Puskesmas Karangtengah Mastiah, S.Tr.Keb., S.Keb., Bhabinkamtibmas Abdul Rozak, kader kesehatan Yarmiati, S.Pd., serta perangkat Desa Wonowoso, Sutikno. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis di tingkat desa.
Selama pelaksanaan kegiatan, pasien dan keluarga menyambut baik kunjungan serta edukasi yang diberikan. Mereka mendengarkan arahan dari petugas dengan antusias dan berkomitmen untuk menerapkan anjuran yang telah disampaikan, terutama dalam menjaga kepatuhan minum obat dan menerapkan perilaku hidup sehat guna mencegah penularan penyakit.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya pasien TBC Paru, semakin memahami pentingnya menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas serta menerapkan langkah-langkah pencegahan penularan.
Sinergi antara Puskesmas Karangtengah, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan mahasiswa KKN MIT Posko 68 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga angka penularan TBC di Desa Wonowoso dapat terus ditekan.
Reporter : Maulida Suciati Nur Hidayah
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar