Tingkatkan Keselamatan Kerja, Mahasiswa KKN Undip Gelar Edukasi K3 dan Salurkan Bantuan APD di Bengkel Desa Pondok

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 21:30 4 jatengvox

Jatengvox.com – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seringkali menjadi aspek yang masih terabaikan di lingkungan usaha skala mikro, kecil, dan menengah, tak terkecuali pada sektor perbengkelan.

Merespons urgensi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program penyuluhan K3 sekaligus mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) di salah satu bengkel yang berlokasi di Desa Pondok pada tanggal 10 Agustus 2026.

Program ini secara khusus menyasar sektor informal yang setiap harinya bersinggungan langsung dengan berbagai potensi kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Undip menggunakan metode penyuluhan langsung atau door-to-door ke lokasi usaha. Pendekatan ini dipilih agar komunikasi berjalan lebih efektif dan materi yang disampaikan dapat langsung dipraktikkan di tempat kerja.

Agenda utama dari kegiatan ini difokuskan pada pengenalan dan analisis hazard (potensi bahaya) yang mengintai di lingkungan perbengkelan.

Mahasiswa mengajak pemilik dan mekanik bengkel untuk memetakan titik-titik rawan kecelakaan.

Baca juga:  Terungkap! Cara daftar Coretax bagi UMKM yang bikin bisnismu melesat 3 x lipat dalam seminggu!

Beberapa risiko yang disoroti antara lain potensi cedera akibat percikan api, serpihan logam (gram besi) yang bisa mengenai mata, luka gores dari alat perkakas tajam, hingga iritasi kulit akibat paparan cairan kimia seperti oli dan pelumas.

Sebagai bentuk solusi nyata dan langkah preventif dari analisis bahaya tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menyalurkan bantuan perangkat keselamatan kerja.

Bantuan APD yang diserahkan meliputi kacamata pelindung (safety glasses) untuk menjaga area mata dari partikel berbahaya, serta sarung tangan mekanik (safety gloves) yang berfungsi melindungi tangan dari risiko sayatan dan paparan zat kimia selama aktivitas perbaikan mesin.

Baca juga:  Sinergi KKN UPGRIS dan Warga RW 01 Pulihkan Lingkungan Pascabanjir

Mas David, selaku pemilik bengkel yang menjadi lokasi kegiatan, memberikan tanggapan positif dan apresiasi terhadap inisiatif yang diusung oleh para mahasiswa KKN.

“Terus terang selama ini kami memang sering mengabaikan pemakaian alat keselamatan. Kadang merasa sudah terbiasa atau merasa ribet kalau harus pakai sarung tangan. Tapi setelah diberi pemahaman dan dianalisis bahayanya oleh teman-teman KKN, saya jadi sadar kalau perlindungan diri itu sangat penting, apalagi mekanik kerjanya berisiko tinggi. Bantuan sarung tangan dan kacamata pelindung ini jelas sangat menunjang keamanan kami saat bekerja. Terima kasih banyak sudah peduli dengan keselamatan para pekerja bengkel kecil seperti kami,” ungkap Mas David.

Baca juga:  Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Melalui intervensi dan edukasi K3 ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif dari para pelaku usaha mikro di Desa Pondok untuk mulai membangun budaya kerja yang aman.

Penerapan standar keselamatan kerja yang baik pada akhirnya tidak hanya akan melindungi fisik mekanik, tetapi juga menjaga produktivitas serta kelancaran operasional bengkel secara berkelanjutan.

 

 

Penulis: Muhammad Ghazlan Dhaifullah Alhadi / TIM KKN II UNDIP DES PONDOK

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA