Jatengvox.com – KKN-IDBU 05 Universitas Diponegoro Tahun 2026 melaksanakan program multidisiplin 2 bertajuk “Temu Tani Bulugede: Sosialisasi e-RDKK Pupuk Bersubsidi dan Aspirasi Petani” bersama masyarakat Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, pada Senin (10/8/2026).
Program ini diinisiasi oleh Salsa Sabila sebagai salah satu mahasiswa KKN-IDBU 05 dengan dukungan dan kolaborasi seluruh anggota Tim KKN-IDBU 05. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas petani dan masyarakat Desa Bulugede.
Kegiatan tersebut Bekerja sama dengan Balai Penyuluh Petani Kecamatan Patebon (BPP Patebon) yang hadir sebagai narasumber, yaitu Ibu Uliyah selaku Kepala Koordinasi BPP Patebon dan Ibu Rahma selaku Penyuluh Desa Bulugede.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemutakhiran data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), persyaratan administrasi yang diperlukan, serta pentingnya pembaruan data untuk mendukung ketepatan sasaran penyaluran pupuk bersubsidi.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga difungsikan sebagai wadah penyampaian aspirasi petani terkait kebutuhan dan kendala yang dihadapi di sektor pertanian.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa KKN-IDBU 05 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan akses informasi dan kapasitas petani. Selain memperoleh informasi mengenai e-RDKK, kegiatan juga menjadi ruang dialog bagi petani Desa Bulugede untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta kondisi yang dihadapi dalam kegiatan pertanian.
Dalam pemaparannya, BPP Kecamatan Patebon menjelaskan bahwa pupuk merupakan salah satu sarana produksi penting dalam meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian. Pupuk bersubsidi diberikan pemerintah untuk membantu petani memenuhi kebutuhan pupuk dengan prinsip enam tepat, yaitu tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga.
Petani penerima pupuk bersubsidi pada dasarnya merupakan Warga Negara Indonesia yang melakukan usaha tani pada sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun perikanan dengan luas lahan maksimal dua hektare, serta tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam sistem SIMLUHTAN dan e-RDKK.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah mengenai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi. RDKK merupakan rencana kebutuhan pupuk bersubsidi untuk satu tahun yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok tani.
Penyusunan berdasarkan kebutuhan riil petani menjadi bagian penting agar kebutuhan pupuk dapat tercatat dan disalurkan secara lebih tepat. Dalam perkembangannya, proses tersebut telah mengalami transformasi melalui e-RDKK, yaitu pengalihan pencatatan kebutuhan sarana produksi dan pupuk bersubsidi dari sistem manual ke basis data digital yang terintegrasi. Transformasi ini ditujukan untuk mendukung penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akurat.
Proses penyusunan e-RDKK juga melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran petani melalui kelompok tani atau BPP dengan membawa dokumen yang diperlukan, pendataan petani melalui SIMLUHTAN, penginputan data petani dan kebutuhan pupuk oleh petugas, hingga pengunggahan data ke sistem e-RDKK.
Kegiatan Temu Tani kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penyampaian aspirasi. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada petani untuk berinteraksi secara langsung dengan pihak penyuluh dan memperoleh penjelasan mengenai proses pendataan serta kebutuhan pupuk bersubsidi.
Bagi mahasiswa KKN-IDBU 05, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar bersama masyarakat. Mahasiswa dapat memahami secara lebih dekat kebutuhan dan kondisi petani sekaligus melihat bagaimana pemanfaatan sistem digital dapat mendukung tata kelola sektor pertanian di tingkat desa.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger. Peningkatan pemahaman petani mengenai perencanaan kebutuhan pupuk dan akses terhadap pupuk bersubsidi dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
Materi BPP sendiri menempatkan pupuk sebagai salah satu sarana produksi penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini relevan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui dorongan terhadap perencanaan kebutuhan pupuk berdasarkan kebutuhan riil serta penggunaan pupuk sesuai rekomendasi.
Materi BPP memuat rekomendasi dosis pupuk untuk sejumlah komoditas, termasuk padi, jagung, dan cabai, sehingga penggunaan pupuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Melalui kegiatan Temu Tani Bulugede, KKN-IDBU 05 Universitas Diponegoro berupaya menghadirkan ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani dalam memahami perencanaan kebutuhan pupuk sekaligus mendorong terciptanya pengelolaan pertanian yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan Desa Bulugede.
Dengan adanya sinergi antara pengetahuan, teknologi digital, dan aspirasi masyarakat, kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan potensi lokal Desa Bulugede serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Penulis: Tim KKN IDBU-05 UNDIP
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar