Jatengvox.com – Mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 180 menggelar sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus pencantuman titik lokasi di Google Maps (GMaps) bagi para pelaku UMKM di Desa Johorejo, Kabupaten Kendal, pada Minggu (02/08/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat serta mendukung kemudahan transaksi non-tunai dan untuk memudahkan akses informasi lokasi UMKM secara digital.
Perkembangan teknologi digital mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan berbagai layanan berbasis internet termasuk sistem pembayaran digital dan pemanfaatan peta digital.
Sayangnya, masih banyak para pelaku UMKM yang belum memahami cara menggunakan QRIS maupun mencantumkan lokasi usahanya di Google Maps sehingga untuk menjangkau pemasaran dan kemudahan akses kepada pelanggan masih belum optimal.
Urgensi digitalisasi UMKM semakin besar seiring meningkatnya penggunaan pembayaran digital di Indonesia.
QRIS memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melakukan transaksi hanya dengan memindai satu kode QR, sementara Google Maps membantu masyarakat menemukan lokasi usaha dengan lebih cepat dan akurat.
Oleh karena itu sosialisasi kedua layanan tersebut menjadi suatu langkah penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di era digital seperti saat ini.
Melalui kegiatan sosialisasi ini mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 180 memberikan pemahaman mengenai manfaat QRIS dan Google Maps serta memberikan tata cara pembuatan akun, proses pendaftaran, hingga praktik langsung penggunaan kedua layanan tersebut.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai kendala yang mereka hadapi dalam mengembangkan usahanya secara digital.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari perwakilan pemerintah desa.
Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif menggunakan media presentasi dan demonstrasi langsung agar peserta lebih mudah memahami proses pendaftaran QRIS serta penentuan titik lokasi usaha di Google Maps.
Perwakilan Pemerintah Desa Johorejo Bapak Kaswan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, digitalisasi merupakan kebutuhan bagi para pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan memberikan pelayanan yang lebih mudah kepada masyarakat.
“Alhamdulillah dengan adanya sosialisasi ini, mudah-mudahan bisa diterima oleh masyarakat desa Johorejo dan bisa lebih memajukan UMKM nya,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transformasi digital.
Dengan adanya QRIS, transaksi menjadi lebih praktis dan aman, sedangkan Google Maps dapat membantu memperluas jangkauan promosi usaha sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.
Salah satu sesi yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah praktik langsung pendaftaran QRIS dan penambahan lokasi usaha di Google Maps.
Tim KKN juga turut mendampingi peserta secara individu sehingga mereka dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik, mulai dari mengisi data usaha, mengunggah informasi yang diperlukan, hingga memastikan lokasi usaha muncul pada aplikasi Google Maps.
Suasana kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan QRIS, proses verifikasi, hingga cara memperbarui informasi usaha di Google Maps.
Pendampingan secara langsung membuat peserta lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung usahanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian konsumsi kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Antusiasme peserta sejak awal hingga akhir kegiatan menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mempelajari teknologi digital yang dapat mendukung perkembangan usaha.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 180 berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Johorejo yang memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran digital dan Google Maps sebagai media promosi lokasi usaha.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital desa Johorejo, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Tidak ada komentar