Herbal Organica: Langkah Mahasiswa KKN UPGRIS Menumbuhkan Kesadaran TOGA Warga Desa Leyangan

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Feb 2026 20:15 39 Redaksi

Jatengvox.com – Program Herbal Organica menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam mendorong pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini berfokus pada pengembangan taman herbal organik sebagai sarana edukasi sekaligus sumber alternatif pengobatan alami bagi warga Desa Leyangan.

Pelaksanaan kegiatan Herbal Organica berlangsung pada hari Minggu, 8 Februari 2026, berlokasi di RW 08 Perumahan Bukit Leyangan Damai, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Baca juga:  Ratusan Personel Brimob Kembali dari Papua, Operasi Damai Cartenz 2025 Resmi Dituntaskan

Program ini melibatkan mahasiswa KKN UPGRIS bersama warga setempat dalam proses penyiapan lahan, penanaman bibit tanaman herbal, serta perawatan dasar agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.

Pembuatan taman herbal organik dilatarbelakangi oleh besarnya potensi tanaman obat keluarga yang mudah dibudidayakan dan memiliki manfaat kesehatan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya pemanfaatan tanaman herbal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.

Mahasiswa KKN UPGRIS turut berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Berikan Sosialisasi Pentingnya MoU untuk UMKM Jamu Bu Tinah di Desa Pondok

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, Kio Danu, menyampaikan agar taman TOGA ini dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

Ia menilai keberadaan taman herbal organik sangat bermanfaat sebagai media edukasi dan sumber tanaman obat keluarga yang mudah diakses oleh warga.

Dukungan positif juga disampaikan oleh warga RW 08 Bu Ary Supriyoningsih, salah satu warga, mengungkapkan bahwa taman TOGA tersebut telah memiliki sistem perawatan yang terjadwal dengan baik.

Menurutnya, perawatan dilakukan secara rutin setiap minggu oleh kelompok dasawisma yang berjumlah 21 kelompok secara bergilir.

Ia menilai program ini sangat bermanfaat dan berharap taman herbal organik dapat terus terawat dengan baik.

Baca juga:  Wujudkan Lingkungan Hijau, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Sulap RW 08 Gemah Jadi Kawasan Edukasi Toga

Sementara itu, Ketua RW 08, Fatur Hendrawan, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan taman TOGA.

Ia berharap ke depannya warga dapat melakukan penggantian tanaman yang sudah tidak layak agar taman herbal organik tetap produktif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Melalui program Herbal Organica, mahasiswa KKN UPGRIS tidak hanya menghadirkan ruang hijau produktif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan desa yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi alam di sekitar.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA