Jatengvox.com – Kegiatan Senam Sehat Indonesia (SSI) yang rutin dilaksanakan oleh Sasana Werdatama Sejahtera Kecamatan Gemuh terus menjadi wadah bagi para lansia untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat silaturahmi.
Kegiatan yang digelar setiap Rabu dan Sabtu pagi tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan usia, terutama lansia yang ingin tetap aktif dan bugar.
Koordinator Senam Sehat Indonesia Kecamatan Gemuh, Purnamawati, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Menurutnya, senam SSI tidak hanya berisi gerakan olahraga biasa, tetapi juga memadukan teknik pernapasan dan relaksasi yang bermanfaat bagi tubuh.
“Untuk kesehatan badan dan kesehatan jiwa. Jadi tidak hanya gerakan tubuh saja, tetapi juga ada latihan pernapasan dan gerakan yang membantu menjaga kesehatan,” ujarnya saat diwawancarai mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.

Dalam pelaksanaannya, senam diawali dengan pemanasan, dilanjutkan gerakan inti berupa jurus-jurus SSI, kemudian penenangan dan ditutup dengan pengaturan napas serta salam SSI.
Rangkaian gerakan tersebut dilakukan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti dengan nyaman sesuai kemampuan masing-masing.
Menurut Purnamawati, manfaat yang dirasakan peserta cukup beragam. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, senam SSI juga dipercaya dapat membantu menjaga fungsi organ tubuh apabila dilakukan secara rutin dan benar.
“Yang penting percaya, yakin, dan sabar. Kalau gerakannya dilakukan dengan benar, manfaatnya akan banyak untuk tubuh kita,” katanya.
Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini juga cukup tinggi. Meskipun mayoritas peserta merupakan lansia, kegiatan senam sebenarnya terbuka untuk semua usia. Tidak sedikit masyarakat usia produktif yang turut bergabung dalam kegiatan tersebut.
“Senam ini bukan hanya untuk lansia. Anak muda, bapak-bapak, ibu-ibu, semuanya bisa ikut. Bahkan usia lanjut pun masih bisa melaksanakan karena gerakannya ringan,” jelasnya.
Saat ini Sasana Werdatama Sejahtera memiliki lebih dari 50 anggota. Namun, jumlah peserta yang rutin hadir setiap kegiatan berkisar 25 hingga 30 orang.
Selain berolahraga bersama, para anggota juga sering mengadakan kegiatan kebersamaan seperti wisata dan sarapan bersama setelah senam.
Bagi Purnamawati, salah satu alasan dirinya tetap aktif mengikuti dan mendampingi kegiatan senam adalah karena manfaat sosial yang diperoleh.
Menurutnya, bertemu teman-teman sebaya dapat memberikan semangat dan kebahagiaan tersendiri bagi para lansia.
“Kalau bertemu teman-teman itu menambah imun dan semangat. Kita bisa berbincang, bercanda, dan saling memberi motivasi,” tuturnya.

Kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang turut mengikuti kegiatan senam juga mendapat sambutan positif dari para peserta.
Purnamawati mengaku senang karena mahasiswa menunjukkan perhatian terhadap aktivitas masyarakat, khususnya para lansia.
“Alhamdulillah bersyukur sekali anak-anak KKN mau ikut membersamai kegiatan kami. Semoga mereka juga bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran dari kegiatan ini,” ujarnya.
Ke depan, Purnamawati berharap Senam Sehat Indonesia dapat semakin dikenal masyarakat luas dan diminati oleh semua kalangan usia. Ia menilai gaya hidup sehat perlu dibiasakan sejak muda agar kesehatan tetap terjaga hingga usia lanjut.
“Harapannya kegiatan ini bisa diikuti semua golongan usia. Semakin banyak yang ikut, semakin banyak juga masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Melalui kegiatan yang sederhana namun rutin dilaksanakan tersebut, para lansia di Kecamatan Gemuh menunjukkan bahwa menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya menyehatkan fisik, senam bersama juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga semangat hidup di usia senja.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar