Jatengvox.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 turut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan multidisiplin 2 bertema “Nganjat Zero Waste: Sinergi Inovasi, Edukasi, dan Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan” di Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh Khanayya Reva Dhania mahasiswa dari jurusan Teknologi Pangan mengangkat topik “Manajemen Penataan Bahan Pangan di Kulkas Rumah Tangga” sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyimpanan pangan yang tepat sekaligus mengurangi potensi pemborosan bahan makanan di rumah tangga.
Program kerja ini didasari oleh pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan bahan pangan setelah masyarakat melakukan pembelian maupun setelah proses pengolahan makanan. Penyimpanan yang kurang tepat dapat menyebabkan bahan pangan lebih cepat mengalami penurunan mutu, baik dari segi kesegaran, tekstur, aroma, maupun keamanan pangan. Kondisi tersebut dapat membuat bahan pangan tidak lagi layak digunakan dan pada akhirnya berpotensi menjadi sampah makanan (food waste).
Melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat diperkenalkan pada prinsip dasar penataan bahan pangan di dalam kulkas rumah tangga. Penataan tidak hanya berkaitan dengan kerapian, tetapi juga mempertimbangkan jenis bahan pangan, kondisi bahan, serta kebutuhan penyimpanannya. Bahan pangan mentah dan makanan yang telah matang perlu ditempatkan secara terpisah untuk membantu mencegah terjadinya kontaminasi silang.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan wadah penyimpanan yang sesuai serta menjaga bahan pangan tetap dalam kondisi tertutup. Selain itu, pemberian label dan pengaturan berdasarkan waktu penyimpanan dapat membantu masyarakat mengetahui bahan pangan yang perlu digunakan terlebih dahulu.
Dalam penerapannya, pengelolaan kulkas yang baik diharapkan dapat membantu rumah tangga mengontrol persediaan bahan pangan. Masyarakat dapat lebih mudah mengetahui bahan yang masih tersedia, menentukan bahan yang perlu segera diolah, serta mengurangi kebiasaan membeli bahan pangan secara berlebihan. Dengan demikian, pengelolaan penyimpanan pangan juga dapat mendukung efisiensi pengeluaran rumah tangga.
Melalui program kerja tersebut, mahasiswa Teknologi Pangan berupaya menerapkan pengetahuan di bidang pangan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Nganjat. Edukasi mengenai manajemen penataan bahan pangan diharapkan dapat membentuk kebiasaan rumah tangga yang lebih tertib, aman, efisien, dan berkelanjutan.
Penulis : Khanayya Reva Dhania
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar