Mahasiswa KKN Undip Dorong Kebiasaan Memilah Sampah di Level Hulu

waktu baca 5 menit
Jumat, 31 Jul 2026 20:20 13 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Undip melakukan workshop ihwal pengelolaan sampah di Desa Cangak, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang pada Jumat (31/7/26).

Kegiatan tersebut menghadiri Dewan Persampahan Kabupaten Temanggung, Aria Pradana Wirawan yang dalam kesempatan tersebut turut andil memberikan perhatian terhadap permasalahan sampah di Kabupaten Pemalang, khususnya Desa Cangak.

Persoalan di Kabupaten Pemalang imbas dari ketiadaan sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga masyarakat memilih langkah praktis dengan membuang sampah di perkebunan, hutan, hingga lahan masing-masing.

Program kerja workshop pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro di Desa Cangak berlandaskan pada Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 13, yaitu Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action).

Pengelolaan sampah yang tepat merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak perubahan iklim, mengingat sampah yang tidak dikelola dengan baik, khususnya sampah organik, dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Cangak diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga sebagai upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di lingkungan serta mencegah praktik pembakaran dan pembuangan sampah secara sembarangan.

Project Officer (PO) dari kegiatan tersebut, Raffa, menyebutkan bahwasanya upaya yang dilakukan KKN-R Tim II Undip merupakan upaya untuk memberikan keberdampakan nyata terhadap permasalahan ihwal sampah yang ada di Desa Cangak.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Adakan Sosialisasi untuk Mendukung Gerakan RPPA dan Melatih Keterampilan Karakter di SDN 03 Desa Pondok

“Tentu kami dari KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Cangak telah melakukan observasi, kami menyepakati bahwasanya di level desa, hingga kabupaten, terdapat permasalahan sampah yang sampai hari ini belum dapat terselesaikan. Maka dari itu kami sepakat untuk mengeskalasikan, juga memberikan pendampingan terhadap masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga” ujarnya  di Balai Desa Cangak, pada Jumat (31/7).

Lebih lanjut, Raffa menjelaskan bahwasanya mereka berharap agar dampak yang diberikan dapat berkelanjutan, sekurang-kurangnya mampu meminimalisir permasalahan sampah walau belum signifikan.

“Kami tentunya berharap agar kebiasaan memilah sampah menjadi sistem yang biasa dilakukan masyarakat di tingkat rumah tangga. Selain itu, kami juga telah berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat agar dampak dari program ini dapat terus dikawal, walau mungkin belum tentu signifikan, sekurang-kurangnya berdampak” imbuhnya.

Program ini diselaraskan pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 13 dengan tujuan memerangi perubahan iklim yang berimplikasi pada permasalahan lingkungan dan ekonomi.

Mahasiswa KKN-R Tim II Undip tidak hanya sekedar memberikan pemahaman terkait permasalahan lingkungan, tetapi juga menjelaskan jenis-jenis sampah, seperti organik, anorganik, residu. Hal ini dilakukan sebagai dasar bagi masyarakat agar mengenal dampak-dampak atau degradasi lingkungan yang bermuara pada kesehatan imbas dari persoalan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, masyarakat juga mendapat pengetahuan di setiap jenis-jenis sampah yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan lingkungan sekitar, hingga kerajinan dengan nilai ekonomis.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T 74 UNDIP Sukseskan Rangkaian Edukasi Aku Cinta Bumi dan Ecoprint di Desa Purwosari

Tidak hanya itu, mahasiswa Undip juga memberikan berbagai bentuk produk konkret untuk meminimalisir sampah, mulai dari bagaimana cara mengklasifikasikan sampah sesuai dengan jenisnya, juga meluncurkan beberapa jenis cara untuk mengolah sampah, seperti Bank Sampah 3R, Keychain, hingga biopori untuk sampah-sampah organik.

“Melalui kegiatan ini pula, kami tidak hanya sekedar memberikan materi. tetapi kami juga memberikan pemahaman terkait dengan biopori ini untuk apa, tutup botol tidak terpakai bisa jadi apa, hingga bank sampah dengan basis 3R sesuai dengan jenis-jenisnya” imbuh Raffa.

Kepala Desa Cangak, Bapak Erwanto, turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan workshop pengelolaan sampah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat karena meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya mengelola serta memilah sampah sejak dari rumah tangga. “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah dengan baik sehingga permasalahan sampah di Desa Cangak dapat berkurang,” ujar Bapak Erwanto.

Secara keseluruhan, kegiatan ini mendapatkan perhatian dari berbagai elemen masyarakat hingga perangkat desa. Hal tersebut tampak dari sambutan juga antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Masyarakat tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga turut berdiskusi mengenai kondisi pengelolaan sampah yang selama ini berlangsung di lingkungan Desa Cangak.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Undip berupaya menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah dari tingkat paling dasar, yakni rumah tangga. Pemilahan sampah sejak dari sumber dinilai menjadi langkah awal yang dapat dilakukan secara sederhana sebelum pengelolaan sampah dilakukan pada tahap berikutnya.

Baca juga:  TBC Masih Jadi Ancaman Serius, Pemerintah Perkuat Literasi Kesehatan

Kebiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemilahan sejak dari rumah, sampah yang masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali, sementara sampah residu dapat dipisahkan sehingga tidak seluruhnya berakhir di lingkungan terbuka.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-R Tim II Undip dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan di Desa Cangak. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama sejak dari tingkat rumah tangga.

Dengan demikian, perubahan kecil melalui kebiasaan memilah sampah di tingkat hulu diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar dalam pengelolaan lingkungan Desa Cangak. Mahasiswa KKN-R Tim II Undip pun berharap pengetahuan dan praktik yang telah diberikan selama kegiatan dapat terus diterapkan oleh masyarakat, sehingga keberadaan program tidak hanya meninggalkan pengetahuan, tetapi juga kebiasaan baru yang memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.

 

 

Penulis/Reporter: Kelompok KKN-R Undip Tim II Desa Cangak

Kontak Media: kkndesacangak2026@gmail.com / @kknrundip.desacangak

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA