Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 85 UIN Walisongo Semarang posko 34 melaksanakan program kerja yaitu Pelatihan Pembuatan Minuman Probiotik Acar Kolang-Kaling yang dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 17 November dan 22 November 2025.
Kegiatan ini mengusung tema besar yaitu “Bangkitkan Potensi, Olah Kolang-Kaling Jadi Rezeki”.
Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mentransfer teknologi sederhana dalam mengolah komoditas lokal, kolang-kaling, dari sekedar manisan menjadi produk turunan yang lebih bernilai jual dan memiliki manfaat kesehatan, yaitu acar kolang-kaling yang kaya akan probiotik alami.
Proses pembuatan acar yang melibatkan fermentasi asam laktat diyakini mampu meningkatkan kadar probiotik, sehingga tidak hanya memberdayakan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan kesehatan desa.
Pelatihan dimulai tepat pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh ibu-ibu dan beberapa remaja karang taruna.
Para audien tampak antusias mengikuti seluruh tahapan, dimulai dari pengantar materi mengenai manfaat probiotik, penjelasan mengenai proses fermentasi, hingga pada sesi praktik secara langsung pembuatan acar yang dibimbing oleh mahasiswa KKN.
“Alhamdulillah, saya mewakili ibu-ibu desa sriwulan sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Kami tidak menyangka kalau kolang-kaling yang biasa jadi manisan, sekarang bisa diolah menjadi acar probiotik yang katanya menyehatkan dan punya nilai jual lebih tinggi. Pelatihan ini dapat menambah ide baru untuk usaha rumahan di desa sriwulan ini,” tanggapan dari ibu Rima, salah satu peserta.
Kegiatan pelatihan pembuatan acar kolang-kaling juga didukung oleh perangkat desa, salah satunya kepala dusun Kali Kesek yang menyatakan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan dan kemandirian ekonomi warga.
“Saya sebagai Kepala Dusun Kali Kesek sangat mendukung penuh program KKN ini. Inovasi acar kolang-kaling probiotik ini menjadi langkah cerdas untuk memanfaatkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesehatan dan kemandirian ekonomi warga. Saya sendiri berharap kegiatan ini bisa menjadi modal awal UKM yang berkelanjutan bagi Desa Sriwulan,” ujarnya.
Hasil dari kegiatan ini adalah terkuasainya teknik dasar pembuatan acara kolang-kaling oleh peserta, serta dihasilkannya beberapa sampel produk yang siap dikembangkan lebih lanjut menjadi produk unggulan Desa Sriwulan.
Diharapkan, ilmu dan keterampilan yang telah ditransfer ini dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk menciptakan unit usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis potensi lokal, sehingga mampu meningkatkan pendapat dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
Editor : Murni A














