Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Belasan mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sempat menghentikan langkah Taj Yasin Maimoen seusai menghadiri kegiatan Kuliah Ramadan di Masjid Nurul Huda kampus tersebut, Selasa (10/3/2026).

Momen yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa itu berubah menjadi dialog terbuka antara mahasiswa dan pemerintah daerah.

Alih-alih langsung meninggalkan lokasi, Wakil Gubernur Jawa Tengah yang akrab disapa Gus Yasin itu memilih berhenti dan mendengarkan aspirasi para mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menyampaikan sejumlah isu yang dinilai penting, mulai dari persoalan kemiskinan, tata kelola pemerintahan, hingga realisasi berbagai program pembangunan di Jawa Tengah.

Suasana diskusi berlangsung santai namun serius. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pandangan sekaligus kritik secara langsung kepada pemerintah provinsi.

Baca juga:  BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran

Dalam dialog tersebut, Taj Yasin menjelaskan sejumlah program yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

Salah satu yang disoroti adalah upaya penyelesaian persoalan ijazah siswa yang masih tertahan di sejumlah sekolah swasta karena tunggakan biaya pendidikan.

Menurutnya, pemerintah daerah sedang berupaya mencari solusi agar para siswa tetap bisa mendapatkan dokumen pendidikan mereka tanpa terhambat masalah finansial.

“Kami memberikan program untuk masyarakat yang tidak mampu, terutama yang ijazahnya masih ditahan di sekolah swasta karena belum bisa melunasi biaya pendidikan. Ini sedang kami upayakan untuk diselesaikan,” ujarnya.

Selain sektor pendidikan, Pemprov Jawa Tengah juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Upaya tersebut dilakukan agar kelompok rentan tetap mendapatkan pelayanan medis yang layak tanpa terbebani biaya yang berat.

Baca juga:  Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idulfitri 2026: Pemulihan Jaringan Makin Cepat 60% di Periode Puncak, Gangguan Turun 20%

Mahasiswa juga menanyakan perkembangan program penyediaan rumah bagi masyarakat, termasuk gagasan satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK) yang sempat menjadi perhatian publik.

Menanggapi hal itu, Taj Yasin menjelaskan bahwa program tersebut masih berjalan secara bertahap. Salah satu tantangan terbesar adalah ketersediaan lahan yang layak untuk pembangunan perumahan.

Namun demikian, pemerintah telah menyiapkan beberapa skema untuk membantu masyarakat.

Misalnya, bagi warga yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah, pemerintah dapat membantu proses pembangunan.

“Kalau masyarakat sudah punya lahan tetapi belum bisa membangun rumah, itu bisa kita bantu bangunkan. Sedangkan yang belum punya lahan, kita dorong melalui program penanganan backlog perumahan,” jelasnya.

Baca juga:  Kemenag Terapkan Penilaian Keterbukaan Informasi Publik Kanwil Secara Online

Ia menambahkan, sebagian target pembangunan rumah sudah mulai berjalan. Namun beberapa lokasi masih membutuhkan kajian teknis, terutama terkait keamanan dan kelayakan lahan.

Karena itu, Pemprov Jawa Tengah juga melibatkan tim ahli dari sejumlah perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan evaluasi sebelum pembangunan dilakukan.

Selain isu sosial dan perumahan, mahasiswa juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi infrastruktur jalan di beberapa daerah di Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Taj Yasin menjelaskan bahwa tidak semua jalan berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Sebagian jalan yang dilaporkan rusak ternyata menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten atau desa.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara
Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR
KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas
Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026
LRT Jabodebek Perkuat Koordinasi dengan Pemkot Bekasi untuk Tingkatkan Layanan Transportasi Perkotaan
60% Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa?
Peran Industri Gadai di Tengah Gejolak Global: Bagaimana deGadai Membantu Menjaga Likuiditas Tanpa Kehilangan Aset

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB

Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara

Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB

Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR

Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB

KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Kamis, 16 April 2026 - 17:03 WIB

Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

Berita Terbaru