Berita  

Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Lakukan Survei RTLH di Desa Jatijajar untuk Dukung Program Perumahan Layak Huni

survei RTLH

Jatengvox.comMahasiswa KKN Kelompok 31 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama perangkat Desa Jatijajar melaksanakan kegiatan survei Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari verifikasi dan validasi data di website SIMPERUM (Sistem Informasi Perumahan) pada Selasa, 8 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah desa untuk memastikan keakuratan data calon penerima bantuan perumahan agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.

Mahasiswa bersama perangkat desa melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga yang tercantum dalam daftar data RTLH di web SIMPERUM.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 Kenalkan Program Gogik Library Guna Menumbuhkan Semangat Membaca di SDN Gogik 01

Survei dilakukan secara menyeluruh di beberapa wilayah, yaitu Dusun Saren, Begajah, Senden, dan Jatijajar.

Setiap tim mendatangi rumah warga satu per satu untuk melakukan observasi dan pendokumentasian kondisi fisik bangunan.

Selama proses survei, mahasiswa KKN juga bertemu langsung dengan pemilik rumah untuk melakukan konfirmasi data dan memperoleh informasi tambahan mengenai kondisi rumah.

Setiap bangunan difoto dari berbagai sudut, mencakup tampak depan, samping, bagian atap, lantai, jendela, serta kamar mandi, sesuai dengan standar pendataan RTLH.

Data visual ini kemudian diunggah dan divalidasi di sistem SIMPERUM sebagai bukti autentik kondisi rumah warga.

Baca juga:  Gelar Budaya dan Expo UMKM 2025 Tuntang Meriah, Desa Watuagung Tampilkan Produk Unggulan

Kegiatan survei ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan pemerintah desa.

Dengan adanya verifikasi langsung di lapangan, data RTLH menjadi lebih akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini membantu pemerintah desa dalam menetapkan prioritas penerima bantuan rumah layak huni dengan lebih adil dan tepat sasaran.

Selain itu, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif bagi mahasiswa, karena mereka dapat terlibat langsung dalam proses administrasi dan pendataan sosial masyarakat desa.

Melalui program ini, mahasiswa belajar pentingnya akurasi data, empati terhadap kondisi sosial warga, serta kontribusi nyata dalam membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui perumahan yang layak dan manusiawi.

Baca juga:  Sekolah Rakyat Diperluas, Jawa Tengah Siapkan Intervensi Pendidikan hingga Keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *