Menteri PPPA Dorong Penguatan Sistem Daerah untuk Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa upaya perlindungan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pusat, melainkan harus dimulai dari sistem yang kuat di tingkat daerah.

Menurut Arifah, banyak kasus kekerasan yang sebenarnya bisa dicegah bila daerah memiliki mekanisme perlindungan yang solid dan terintegrasi.

Pemerintah daerah, kata dia, berperan strategis dalam memastikan setiap laporan kekerasan ditangani dengan cepat dan tepat.

“Ada tiga fokus utama untuk memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak, yaitu pencegahan kekerasan, peningkatan kualitas layanan, dan percepatan kolaborasi lintas sektor yang lebih terpadu. Kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak tidak cukup hanya di atas kertas,” ujar Menteri Arifah dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).

Baca juga:  Penerjunan Mahasiswa KKN Kelompok 38 UPGRIS 2025 di Desa Watuagung Resmi Dimulai

Dalam paparannya, Arifah mengungkapkan bahwa Provinsi Sumatra Utara menjadi salah satu wilayah dengan angka kekerasan yang cukup tinggi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sepanjang 1 Januari hingga 4 November 2025 tercatat 1.363 kasus kekerasan di provinsi tersebut.

Ia menilai, meski angka ini menunjukkan jumlah kasus yang signifikan, hal itu juga dapat menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor.

“Peningkatan angka ini mencerminkan bahwa korban mulai berani mencari bantuan, dan layanan perlindungan di daerah semakin mudah diakses,” jelasnya.

Baca juga:  Chiki Fawzy Ikut Global Sumud Flotilla, Bawa Pesan Solidaritas untuk Palestina

Arifah menambahkan, setiap laporan yang masuk menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem perlindungan, terutama dalam hal pendampingan psikologis, hukum, hingga pemulihan sosial bagi korban.

Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya, menegaskan bahwa isu perempuan dan anak merupakan bagian dari 17 prioritas pembangunan daerah.

Hal tersebut telah diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

“Korban kekerasan di Sumatra Utara, 72 persennya adalah perempuan dan 22 persen laki-laki. Ini menjadi perhatian serius kami. Karena itu, kami terus memperkuat perlindungan melalui berbagai regulasi seperti Perda Perlindungan Anak (2014), Perda Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan (2019), serta Perda Pengarusutamaan Gender (2023),” jelas Surya.

Baca juga:  KKN Kelompok 38 UPGRIS Jalin Silaturahmi dengan Ketua RW 01 Watuagung untuk Gali Potensi Lokal

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kekerasan.

Program edukasi, pelibatan tokoh masyarakat, serta peningkatan kapasitas lembaga layanan menjadi fokus kerja pemerintah daerah ke depan.

Menteri Arifah menilai, kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat agar sistem perlindungan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia berharap semua elemen—mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga media—dapat menjadi bagian dari rantai perlindungan bagi perempuan dan anak.

“Ketika semua pihak terlibat, kita tidak hanya bicara tentang reaksi terhadap kekerasan, tapi juga tentang pencegahannya,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HAM Diperluas, Pemerintah Fokus ke Desa dan Dunia Bisnis
Jelang Nataru, Pemprov Jateng Pastikan Stok Pangan Aman 8 Bulan: Pemerintah Bergerak Kendalikan Kenaikan Harga
Kemenkes Galang Donasi Rp1,4 Miliar untuk Pulihkan Layanan Kesehatan di Sumatra
Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Pulihkan Wilayah Terdampak Bencana
Kolaborasi Kampus Jadi Tulang Punggung Penanganan Bencana di Aceh dan Sumatra Utara
IRA Hadir dengan Harga Agresif! Mampukah Layanan 5G FWA Ini Menjadi Penantang Fiber?
Pemerintah Siapkan Anggaran Pemulihan Rp51,82 Triliun untuk Bencana Sumatra, Masih Bisa Bertambah
Dampingi Anak Terdampak Banjir, Kemenkomdigi Perluas Layanan Psikososial di Kota Padang

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:46 WIB

Penerapan HAM Diperluas, Pemerintah Fokus ke Desa dan Dunia Bisnis

Selasa, 9 Desember 2025 - 06:49 WIB

Jelang Nataru, Pemprov Jateng Pastikan Stok Pangan Aman 8 Bulan: Pemerintah Bergerak Kendalikan Kenaikan Harga

Senin, 8 Desember 2025 - 16:12 WIB

Kemenkes Galang Donasi Rp1,4 Miliar untuk Pulihkan Layanan Kesehatan di Sumatra

Senin, 8 Desember 2025 - 15:04 WIB

Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Pulihkan Wilayah Terdampak Bencana

Senin, 8 Desember 2025 - 11:53 WIB

Kolaborasi Kampus Jadi Tulang Punggung Penanganan Bencana di Aceh dan Sumatra Utara

Berita Terbaru