Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

waktu baca 3 menit
Sabtu, 14 Mar 2026 14:01 1 jatengvox

Jatengvox.com – Kementerian Agama menggelar kegiatan Khotmil Qur’an, tausiah, dan buka puasa bersama siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) di Masjid Ibnu Umi Maktum, Kompleks Sentra Wyata Guna, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Pendidikan Agama Islam tersebut diikuti sekitar 700 peserta, terdiri dari 300 siswa SLB, 200 guru PAI SLB se-Bandung Raya, serta 200 anggota Pertuni Kota Bandung.

Acara ini terselenggara melalui kerja sama dengan Sentra Wyata Guna Kota Bandung, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah SLB di Kota Bandung.

Direktur Pendidikan Islam, M. Munir mengatakan bahwa Direktorat Pendidikan Agama Islam memiliki tugas memberikan pembinaan pendidikan agama di berbagai jenjang sekolah, termasuk di Sekolah Luar Biasa.

“Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi SLB yang merupakan anak-anak dengan keistimewaan dari Allah SWT. Karena itu mereka perlu mendapatkan perhatian yang sama, termasuk dalam pendidikan agama,” ujarnya.

Munir juga menyoroti peran para guru Pendidikan Agama Islam yang mengajar di SLB. Menurutnya, tugas tersebut membutuhkan kesabaran dan komitmen yang tidak sedikit.

Baca juga:  Wujud Kepedulian Sosial, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Hewan Kurban Senilai Rp480 Juta untuk 1.650 Penerima Manfaat

Ia menyebutkan bahwa sebagian guru PAI di SLB juga merupakan penyandang disabilitas. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam mendampingi para siswa.

“Guru-guru PAI di SLB memiliki kesabaran, kekuatan, dan kapabilitas ekstra dalam menemani serta mendidik siswa-siswi berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Melalui kegiatan Ramadan seperti ini, Kementerian Agama berharap para siswa SLB tetap dapat merasakan suasana kebersamaan dalam mempelajari Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhma.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Baca juga:  WIKA Beton Tunjuk Sekretaris Perusahaan Baru, Catat Kinerja Solid di Kuartal I 2026

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan siswa berkebutuhan khusus menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kepedulian kepada sesama,” katanya.

Helmi menambahkan bahwa siswa SLB merupakan anak-anak yang memiliki keistimewaan tersendiri sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan yang sama kepada mereka,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Helmi juga berdialog dengan para siswa dan guru PAI SLB. Selain itu, ia turut menyerahkan bingkisan lebaran sebagai bentuk perhatian kepada para peserta.

Baca juga:  Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

Direktorat Pendidikan Agama Islam juga memberikan apresiasi kepada anggota Pertuni yang berhasil meraih prestasi dalam kegiatan Semarak Ramadan yang diselenggarakan oleh Pertuni DPC Kota Bandung. Para pemenang menerima uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka.

Tak hanya itu, Kementerian Agama juga menyerahkan dua set Al-Qur’an Braille kepada guru PAI dan anggota Pertuni untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas netra.

Kegiatan Ramadan ini ditutup dengan tausiah yang disampaikan Staf Khusus Menteri Agama, Faried F. Saenong.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan tentang sikap Nabi Muhammad SAW yang memberikan perhatian besar kepada sahabat-sahabat yang memiliki keterbatasan fisik.

Menurutnya, Rasulullah tidak pernah memandang rendah para sahabat difabel. Justru mereka mendapatkan perhatian dan penghormatan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW sangat mencintai sahabat-sahabatnya yang difabel dan memanggil mereka dengan panggilan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA