DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin cepat dan mulai memengaruhi banyak aspek kehidupan.

Di satu sisi, teknologi ini memberikan kemudahan dan efisiensi dalam berbagai sektor. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaannya.

Komisi I DPR RI menilai pemerintah perlu segera menyiapkan regulasi yang jelas agar pemanfaatan AI tetap berada dalam koridor yang aman dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi I DPR RI, Imron Amin, menegaskan bahwa teknologi AI memiliki dua sisi yang harus dipahami secara seimbang.

“AI bisa membantu banyak pekerjaan manusia. Namun jika tidak diatur dengan baik, teknologi ini juga berpotensi menimbulkan masalah,” kata Imron dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 17 Selenggarakan Kegiatan Mewarnai Bertema Binatang di TK Dharma Wanita Salamsari

Menurut Imron, salah satu persoalan yang mulai muncul adalah semakin sulitnya masyarakat membedakan antara informasi yang benar dengan konten yang dihasilkan oleh teknologi AI.

Teknologi ini mampu menghasilkan teks, gambar, hingga video yang terlihat sangat realistis. Kondisi tersebut membuka peluang bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi informasi di ruang publik.

Jika tidak diantisipasi, situasi ini bisa memperparah penyebaran misinformasi maupun disinformasi di masyarakat.

Imron menilai literasi digital masyarakat memang penting, namun tidak cukup jika tidak dibarengi dengan payung hukum yang jelas.

“Karena itu perlu adanya regulasi yang mampu mengatur pemanfaatan AI agar tidak disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar,” ujarnya.

Menurutnya, langkah antisipatif perlu segera dilakukan mengingat perkembangan teknologi digital berjalan jauh lebih cepat dibandingkan proses regulasi.

Baca juga:  Semarak Hari Guru di SDN Banjarejo, KKN UIN Walisongo Ajak Siswa Rayakan Apresiasi untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria sebelumnya juga menyoroti pentingnya pengelolaan data digital di tengah perkembangan teknologi AI global.

Dalam forum Indonesia–Finland Roundtable on Data Sovereignty and Cyber Resilience di Jakarta Selatan, Nezar menyampaikan bahwa data masyarakat Indonesia kini memiliki nilai strategis dalam ekosistem kecerdasan buatan dunia.

Ia menjelaskan bahwa data telah berubah menjadi salah satu aset utama dalam ekonomi digital modern.

Banyak perusahaan teknologi global seperti Google, Meta, hingga TikTok mengumpulkan dan mengolah data dalam jumlah sangat besar. Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai teknologi berbasis big data dan kecerdasan buatan.

Baca juga:  KKN Kelompok 28 UPGRIS Kalicari Gelar Pelatihan Basic Life Support di Balai Kelurahan, Ibu PKK Antusias Praktik Langsung

“Data sekarang bukan sekadar informasi pribadi. Aktivitas digital seperti lokasi, percakapan, hingga unggahan media sosial menjadi jejak yang dapat diolah menjadi model bisnis,” ujar Nezar.

Nezar juga mengingatkan bahwa persoalan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan perlindungan data pribadi. Konten yang bersifat publik pun berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pelatihan sistem AI.

Misalnya, artikel jurnalistik, karya akademik, maupun berbagai bentuk konten digital lainnya. Tanpa aturan yang jelas, pemanfaatan tersebut bisa menimbulkan persoalan keadilan bagi para pembuat konten.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa data dan konten digital milik masyarakat Indonesia tidak dimanfaatkan secara sepihak oleh platform global tanpa skema yang adil.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi
Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik
Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara
Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR
KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas
Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026
LRT Jabodebek Perkuat Koordinasi dengan Pemkot Bekasi untuk Tingkatkan Layanan Transportasi Perkotaan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB

Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara

Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB

Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR

Berita Terbaru