Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) yang ditempatkan di Desa Tanjung Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, menggelar program edukasi pencegahan bullying dan cyberbullying bagi siswa SDN Tanjung 2 pada Sabtu (18/7/2026).
Program ini merupakan bagian dari Tema Multidisiplin1 bertajuk “Rumah Aman sebagai Wadah Edukasi bagi Anak-anak dan Orangtua”, yang digagas oleh lima mahasiswa lintas fakultas: Earlene Faadhilah Hasna (Psikologi), Erlina Yuniar Wulansari (Hukum), Clarissa Chika Estevania Wattimena (Sastra Indonesia), Rizka Muhammad Rashif (Teknik Industri), dan Dessy Adelya Istanty (Administrasi Publik).
Kegiatan ini dilatar belakangi oleh minimnya pemahaman siswa sekolah dasar mengenai bentuk-bentuk perundungan baik yang terjadi secara langsung di lingkungan sekolah maupun melalui media digital.
Mahasiswa KKN memandang perlu adanya edukasi sejak dini agar anak – anak berani bersuara dan tidak menganggap bullying sebagai hal yang wajar.
Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video sastra anak bertema bullying dalam bentuk animasi sebagai pemantik diskusi.
Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian, bentuk, dan dampak bullying maupun cyberbullying menggunakan media powerpoint dengan Bahasa yang disesuaikan.
Materi dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab beserta kuis edukatif berupa kuis benar atau salah menggunakan kertas warna warni sehingga siswa bisa lebih mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan,
Salah satu inovasi utama dari program ini adalah penyediaan fasilitas fisik “Kotak Bercerita”, yakni wadah aduan tertulis yang aman dan rahasia bagi siswa untuk menuliskan pengalaman atau perasaan mereka terkait bullying.
Sebelum kotak digunakan, mahasiswa terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai pentingnya keberanian melapor, kemudan mengajak siswa melakukan simulasi menulis aduan selama sepuluh menit.
Sebagai tindak lanjut, tim mahasiswa turut menyusun Panduan Penanganan Berjenjang yang dapat menuntun guru dalam mengklasifikasikan tingkat keseriusan aduan ke dalam tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat, lengkap dengan jalur eskalasi penanganan serta daftar layanan rujukan seperti UPTD PPA, Puskemas, dan unit PPA Polsek/Polres setempat.
Panduan ini beserta fasilitas Kotak Bercerita dan poster edukasi anti bullying yang diserahkan langsung kepada pihak sekolah agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Tak berhenti sampai di situ, sejumlah tulisan anak yang terkumpul dari “Kotak Bercerita” turut diolah oleh mahasiswa Sastra Indonesia menjadi sebuah kumpulan cerita pendek.
Melalui tangan kreatif mahasiswa, cerita dan pengalaman pribadi tersebut disusun menjadi sebuah buku kumpulan cerita pendek berbentuk anonym sekaligus menjadi bentuk dokumentasi dan arsip.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Undip Desa Tanjung, Rizka Muhammad Rashif mengungkapkan bahwa program edukasi ini sebenarnya merupakan permintaan langsung dari SDN Tanjung 2, yang merasa perlu memberikan pemahaman anti bullying kepada para siswa.
“Program ini sebenarnya permintaan langsung dari pihak sekolah, karena merasa anak anak perlu paham soal bullying sejak dini. Semoga kegiatan ini dapat benar-benar membekas dan membuat anak berani bersuara bila mengalami atau melihat bullying di sekitar mereka” ujar Rashif
Program yang diikuti seluruh siswa dari kelas 1 -6 ini berlangsung dengan sangat antusias, meski sempat mengalami kendala berupa perbedaan tingkat pemahaman antar jenjang kelas serta keterbatasan waktu.
Kedepannya pihak sekolah diharapkan dapat terus memanfaatkan Kotak Bercerita dan panduan penanganan yang diserahkan dengam baik agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman
Penulis: Tim Multidisiplin 1 (Program 1) KKN Reguler Undip Desa Tanjung.
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
PILIHAN NOMINAL

Tidak ada komentar