Mahasiswa KKN-T IDBU 15 Undip bersama Perangkat Desa Banyudono saat peresmian Ruang Baca Perpustakaan Desa yang baru direvitalisasi. Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 15 Universitas Diponegoro 2026 melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa revitalisasi perpustakaan Balai Desa Banyudono, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan yang berlangsung sejak 9 Juli hingga 19 Juli 2026 ini bertujuan menghidupkan kembali perpustakaan desa yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi agar menjadi ruang literasi yang lebih tertata, nyaman, dan menarik untuk dikunjungi masyarakat.
Program revitalisasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa terhadap penguatan budaya literasi di Desa Banyudono.

Meskipun perpustakaan sempat tidak aktif, koleksi buku dan lemari penyimpanan masih tersedia.
Melihat potensi tersebut, 30 mahasiswa KKN-T IDBU 15 Undip melakukan penataan ulang secara menyeluruh agar perpustakaan dapat kembali difungsikan sebagai pusat belajar dan membaca bagi warga desa.
Proses revitalisasi diawali dengan memilah seluruh koleksi buku yang tersedia, kemudian melepaskan label lama yang sudah tidak sesuai dengan sistem pengelolaan perpustakaan.
Selanjutnya, mahasiswa melakukan klasifikasi buku berdasarkan kategori, inventarisasi koleksi, serta pendataan ulang agar seluruh buku memiliki identitas yang jelas dan mudah ditelusuri.
Setelah proses pendataan selesai, seluruh data koleksi dimasukkan ke dalam aplikasi Inlislite sebagai sistem otomasi perpustakaan.
Penggunaan aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan administrasi perpustakaan sekaligus mendukung pengelolaan koleksi secara lebih modern dan terorganisasi.
Tahap berikutnya meliputi pencetakan label buku sesuai nomor klasifikasi, penempelan label pada setiap koleksi, penyampulan buku untuk menjaga kondisi fisiknya, hingga penyusunan kembali buku ke dalam rak berdasarkan kategori yang telah ditentukan.
Seluruh rangkaian pekerjaan dilakukan secara bertahap dan teliti agar menghasilkan sistem penataan yang rapi serta memudahkan pengunjung dalam mencari koleksi yang diinginkan.
Tidak hanya melakukan penataan koleksi, mahasiswa KKN-T IDBU 15 Undip juga mendesain ulang tampilan perpustakaan agar terlihat lebih menarik dan nyaman.
Penataan ruang dilakukan dengan mengatur kembali posisi rak buku, menambahkan dekorasi sederhana, serta menciptakan suasana ruang baca yang lebih bersih, rapi, dan ramah bagi pengunjung dari berbagai kalangan usia.
Ketua Tim KKN-T IDBU 15 Undip, Naufal Dzaki Satria Hepifani, menyampaikan bahwa revitalisasi perpustakaan ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan kembali fasilitas desa yang telah tersedia sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar dan pusat literasi masyarakat. Melalui revitalisasi ini, kami berharap perpustakaan Desa Banyudono dapat kembali dimanfaatkan oleh anak-anak, pelajar, maupun masyarakat umum sebagai tempat membaca, belajar, dan menambah wawasan,” ujarnya.
Proses revitalisasi yang berlangsung selama sebelas hari tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Banyudono.
Perangkat desa menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN-T karena mampu menghidupkan kembali fasilitas yang sebelumnya tidak lagi dimanfaatkan secara optimal.
Kehadiran perpustakaan yang lebih tertata diharapkan dapat menjadi sarana pendukung berbagai kegiatan pendidikan dan literasi di lingkungan desa.
Hasil akhir dari program ini menunjukkan perubahan yang signifikan pada kondisi perpustakaan.
Koleksi buku kini tersusun lebih sistematis berdasarkan klasifikasi, telah terinventarisasi secara digital melalui aplikasi Inlislite, serta dilengkapi dengan label dan sampul baru.
Selain itu, suasana ruang perpustakaan menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman sehingga memberikan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan bagi para pengunjung.
Melalui program revitalisasi perpustakaan ini, Mahasiswa KKN-T IDBU 15 Universitas Diponegoro berharap keberadaan Perpustakaan Desa Banyudono dapat kembali menjadi pusat literasi masyarakat yang aktif dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan budaya literasi di Desa Banyudono.
Tim Publikasi KKN-T IDBU 15 Undip
Tidak ada komentar