Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Kulit Pisang dan Jeruk di Balai Desa Banyuringin

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Nov 2025 18:27 0 Redaksi

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama Pemerintah Desa Banyuringin mengadakan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Kulit Pisang dan Jeruk” pada Minggu, 16 November 2025.

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Banyuringin ini diikuti oleh Ibu-Ibu PKK yang hadir dengan antusias.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.

Kulit pisang dan jeruk dipilih sebagai bahan utama karena mudah ditemukan, sering terbuang percuma, serta memiliki kandungan alami yang bermanfaat sebagai pembersih dan pewangi.

Acara dimulai dengan sambutan dari perangkat desa yang menekankan pentingnya inovasi pengolahan sampah organik.

Baca juga:  Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

Dalam sambutannya, Erna Safitri selaku Ibu Kadus Tegalrejo menyampaikan, “Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga mengajarkan kita bagaimana memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai.”

Mahasiswa KKN kemudian memberikan penjelasan mengenai manfaat kulit buah sebagai bahan sabun, mulai dari kandungan zat pembersih alami, potensi pengurangan sampah organik, hingga peluang pengembangan sebagai produk UMKM.

Peserta diberikan materi secara teoritis, lalu diarahkan untuk mengikuti praktik pembuatan sabun.

Pada sesi praktik, suasana Balai Desa tampak hidup. Ibu-Ibu PKK terlihat antusias mengupas, merebus, mencampur bahan, hingga menakar formula sabun yang tepat.

Baca juga:  Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Gelak tawa dan diskusi ringan mewarnai kegiatan, menjadikan pelatihan terasa menyenangkan dan mudah diikuti.

Mahasiswa KKN mendampingi peserta satu per satu, memastikan setiap langkah dapat dilakukan dengan aman dan benar.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan membuat sabun, tetapi juga mengajak warga untuk lebih bijak mengelola limbah rumah tangga.

Dengan memanfaatkan kulit pisang dan jeruk, masyarakat dapat mengurangi jumlah sampah organik, menghasilkan produk pembersih yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menghemat pengeluaran.

Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal bagi gerakan pemanfaatan limbah menjadi produk inovatif di Desa Banyuringin.

Baca juga:  BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan

Mahasiswa KKN UIN Walisongo juga berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan oleh Ibu-Ibu PKK sebagai peluang usaha atau kegiatan berkelanjutan dalam program lingkungan desa.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian hasil sabun buatan peserta, dan foto bersama. Suasana hangat dan kebersamaan menjadi penutup manis kegiatan yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan antara warga dan mahasiswa KKN.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA