Dari Rumput Jadi Pakan Fermentasi, Begini Inovasi Mahasiswa KKN untuk Peternak di Sragen

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Agu 2026 12:21 15 Redaksi

Jatengvox.com — Sejumlah peternak sapi dan kambing di Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, mendapat pengetahuan baru dalam mengolah pakan ternak. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memperkenalkan mesin pencacah pakan ternak sekaligus mengedukasi cara membuat pakan fermentasi menggunakan EM4 dan molase, dalam kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Produktivitas Peternakan melalui Efisiensi Pengolahan Pakan Ternak Berbasis Teknologi” ini digelar dengan mendatangi langsung rumah tiga peternak di tiga dusun berbeda, menggunakan metode door to door.

Peternak yang dikunjungi antara lain Pak Kamto, peternak sapi di Dusun 1; Pak Sumin, peternak kambing di Dusun 2; serta Pak Ridwan, peternak kambing di Dusun 3.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Multidisiplin 1 (Multi 1) yang dirancang untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi peternak, yaitu proses pencacahan rumput yang masih dilakukan secara manual dan memakan banyak waktu serta tenaga. Melalui mesin pencacah yang dibuat mahasiswa, proses tersebut diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Fadholi Ahmad Linangkung, mahasiswa Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, yang bertanggung jawab dalam program ini, menjelaskan bahwa mesin pencacah pakan ternak tersebut dirancang dan dibuat khusus untuk membantu peternak mengolah rumput menjadi bahan pakan yang lebih siap pakai. Ia turut menyiapkan alat dan bahan pembuatan mesin dari awal hingga mesin siap digunakan di lapangan.

Baca juga:  Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

“Rumput yang sudah dicacah menggunakan mesin ini nantinya bisa diolah lebih lanjut menjadi pakan fermentasi. Prosesnya menggunakan EM4 dan molase atau tetes tebu, sehingga pakan yang dihasilkan punya nilai gizi yang lebih baik dan bisa disimpan lebih lama,” ujarnya saat memberikan penjelasan kepada peternak.

Dalam setiap kunjungan, mahasiswa tidak hanya menyerahkan mesin, tetapi juga memberikan penjelasan menyeluruh mulai dari fungsi dan manfaat mesin, alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatannya, hingga proses pembuatan secara umum.

Peternak juga diajak memahami cara kerja mesin serta tata cara penggunaannya secara langsung. Tidak berhenti di situ, mahasiswa turut mendemonstrasikan cara mengolah hasil cacahan rumput menjadi pakan fermentasi.

Baca juga:  Ubah Sampah Menjadi Berkah, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga Desa Bentak Melalui Program Komposting Berbasis Komposter Sederhana

Peternak diperlihatkan tahapan pencampuran rumput cacah dengan EM4 dan molase, sehingga mereka dapat mempraktikkannya secara mandiri di kemudian hari.

Salah satu peternak yang menyambut baik program ini adalah Pak Ridwan, peternak kambing di Dusun 3. Ia mengaku tertarik dengan mesin pencacah dan metode pakan fermentasi yang baru pertama kali dikenalnya.

“Saya tertarik dengan mesin pencacah dan pakan fermentasi yang diperkenalkan adik-adik mahasiswa ini. Mesin ini akan saya gunakan sebagaimana mestinya. Ke depannya saya juga ingin coba membuat pakan fermentasi sendiri,” kata Pak Ridwan.
Pernyataan Pak Ridwan mencerminkan antusiasme peternak terhadap inovasi sederhana namun aplikatif yang dibawa mahasiswa KKN.

Bagi peternak seperti dirinya, kehadiran mesin pencacah dinilai dapat meringankan pekerjaan harian yang selama ini banyak menyita waktu, terutama saat musim tanam atau ketika stok rumput segar terbatas.
Bagi mahasiswa, program Multi 1 ini menjadi salah satu wujud penerapan ilmu teknik ke dalam kebutuhan nyata masyarakat desa.

Baca juga:  Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Ibu PKK Desa Jurangagung Perkuat Peran Keluarga

Pendekatan door to door dipilih agar penjelasan dapat disampaikan secara personal kepada masing-masing peternak, sekaligus memberi ruang bagi peternak untuk bertanya langsung terkait kondisi ternak dan kebutuhan pakan di kandang mereka masing-masing.

Melalui program ini, mahasiswa berharap peternak di Desa Bentak dapat lebih mudah mengolah pakan ternak secara efisien, sekaligus mulai terbiasa dengan metode pengolahan pakan fermentasi yang lebih tahan lama dan bernilai gizi lebih baik dibandingkan rumput segar biasa. Harapannya, kebiasaan ini dapat terus dilanjutkan peternak secara mandiri meski masa KKN mahasiswa telah berakhir.

Kegiatan Multi 1 ini merupakan salah satu dari rangkaian program kerja KKN Tim II Universitas Diponegoro yang dilaksanakan di Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dapat menghasilkan solusi teknologi tepat guna yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari warga.***

Penulis: Fadholi Ahmad Linangkung
Program Studi : D-4 Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA