Jatengvox.com – Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Banyuurip menyelenggarakan kegiatan edukasi pencegahan stunting yang terintegrasi dengan pelayanan Posyandu Kasih Ibu 5 di Dukuh Banyuurip Selatan, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta ini menyasar para orang tua bayi dan balita sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini guna mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting, khususnya di Kabupaten Boyolali.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka stunting di Dukuh Banyuurip Selatan.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN berkolaborasi dengan tenaga kesehatan desa dan kader posyandu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kegiatan dilaksanakan oleh Azizah Ras Karolina Purba (S1 Ilmu Keperawatan), Dienka Hanun Thalia (S1 Agribisnis), Dwi Saputra (S1 Teknik Mesin), dan Arya Pradana Rafiul Huda (S1 Informatika).
Rangkaian acara diawali dengan pendampingan kegiatan Posyandu bagi bayi dan balita, kemudian dilanjutkan evaluasi tumbuh kembang setiap anak oleh Bidan Susi selaku tenaga kesehatan penanggung jawab di Desa Banyuurip.
Setelah itu, Azizah Ras Karolina Purba menyampaikan materi mengenai stunting yang meliputi pengertian, ciri-ciri, penyebab, upaya pencegahan, serta peran keluarga dalam mencegah stunting.
Selanjutnya, Dienka Hanun Thalia memberikan edukasi mengenai konsep “Isi Piringku”, pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, manfaat berbagai kelompok pangan, serta pengenalan asal bahan pangan dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, kebun, dan ladang.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyampaian rencana tindak lanjut oleh ahli gizi dari Puskesmas Klego.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan kondusif. Meskipun pada awal penyampaian materi beberapa peserta masih belum sepenuhnya fokus, suasana berangsur semakin interaktif.
Para orang tua tampak antusias mengikuti sesi edukasi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tumbuh kembang anak dan pola makan yang tepat.
Bidan Desa Banyuurip, Tri Susilowati, menekankan pentingnya perhatian orang tua terhadap pemenuhan gizi sejak usia dini.
“Pemenuhan nutrisi sangat penting dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak, jadi jangan sepelekan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh makanan bergizi, tetapi juga oleh pola istirahat yang cukup.
Melalui kegiatan ini, para orang tua diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai ciri-ciri dan pencegahan stunting, pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, serta penerapan pola makan bergizi seimbang sesuai konsep “Isi Piringku”.
Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberikan pemenuhan nutrisi yang optimal sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Desa Banyuurip.
Penulis: Nabila Putri Wibowo, Wakil Koordinator Desa KKN TIM II Universitas Diponegoro Desa Banyuurip
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar