Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Inovasi Biomordan Ekstrak Daun Jambu dan Variasi Fiksator di Desa Jarum

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Jul 2026 20:52 21 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kelompok 2 Tim 120 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk “Optimasi Stabilitas Warna Batik Pewarna Alami Melalui Biomordan Ekstrak Daun Jambu dan Variasi Bahan Fiksator” di UMKM Batik Sarwidi, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, (15/7/2026).

Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas disiplin ilmu yang bertujuan mendukung pelestarian batik tulis pewarna alami melalui penerapan inovasi yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diaplikasikan oleh perajin.

Kegiatan diawali dengan observasi proses produksi batik yang selama ini diterapkan oleh mitra, dari tahapan pencelupan, pewarnaan menggunakan bahan alami, hingga proses fiksasi untuk mempertahankan karakter warna pada kain batik.

Baca juga:  Athaya Memperkuat Jaringan Pengiriman Bunga di Seluruh Kota di Indonesia

Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi bersama Bapak Sarwidi, mahasiswa mengidentifikasi bahwa proses fiksasi warna menjadi salah satu tahapan penting yang memengaruhi kualitas dan ketahanan warna batik pewarna alami.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim KKNT menggunakan pemanfaatan ekstrak daun jambu sebagai biomordan yang dipadukan dengan variasi bahan fiksator untuk mendukung proses pengikatan warna pada serat kain.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 39 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Karanganyar 1

Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa bersama mitra melakukan proses pembuatan larutan biomordan, pengaplikasian pada kain batik yang telah melalui proses pewarnaan alami, hingga pengamatan terhadap hasil warna yang dihasilkan.

Pendekatan ini dilakukan sebagai inovasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas hasil pewarnaan dengan tetap mempertahankan karakter batik pewarna alami.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kelompok 2 KKNT 120 bersama UMKM Batik Sarwidi berinovasi mengenai bahan pendukung proses fiksasi yang memanfaatkan sumber daya lokal, sekaligus memperoleh media edukasi dan dokumentasi yang dapat digunakan sebagai referensi dalam proses produksi selanjutnya.

Baca juga:  Workshop Digital Marketing & QRIS: UMKM Desa Leyangan Siap Bersaing di Pasar Online

Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis potensi desa.

Program kerja ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi batik pewarna alami yang berkelanjutan.

Sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas produk batik lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi serta kearifan lokal yang telah menjadi identitas Desa Jarum sebagai sentra batik tulis pewarna alami.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA