Jatengvox.com – Antusiasme masyarakat mengikuti pelayanan kesehatan terpadu terlihat dalam pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pos 1 RW 1 Desa Banjarejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Kamis (6/8/2026).
Bertempat di rumah Kepala Desa Banjarejo, kegiatan ini menghadirkan layanan kesehatan bagi balita, remaja, hingga lansia dengan melibatkan kader posyandu, petugas kesehatan dari puskesmas, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 87 Divisi Kesehatan dan Lingkungan.
Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh melalui pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan, dan deteksi dini berbagai risiko penyakit.
Pelayanan dibagi berdasarkan kelompok usia agar pemeriksaan dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing peserta.
Pada layanan balita, petugas melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas (LiLA), dan lingkar kepala sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Sementara itu, peserta remaja menjalani pemeriksaan tinggi badan, berat badan, LiLA, lingkar kepala, serta tekanan darah.
Selain pemeriksaan fisik, para remaja juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin dan mengurangi konsumsi minuman berperisa sebagai langkah menjaga kesehatan sejak dini.
Layanan lansia menjadi pelayanan dengan jumlah peserta terbanyak di Pos 1. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut, pemeriksaan gula darah sewaktu, hingga konsultasi kesehatan bersama petugas puskesmas.
Bertepatan dengan pelaksanaan posyandu bulan Agustus, para lansia juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gigi yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.
Untuk mendukung kelancaran pelayanan, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 87 Divisi Kesehatan dan Lingkungan turut berpartisipasi membantu proses pemeriksaan.
Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dari kader posyandu dan petugas kesehatan mengenai prosedur pengukuran antropometri agar seluruh proses dilakukan sesuai standar.
Mahasiswa kemudian membantu pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas (LiLA), dan lingkar kepala peserta, sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih efektif dan waktu tunggu masyarakat menjadi lebih singkat.
Kader Posyandu Desa Banjarejo, Murniati, mengatakan bahwa pada pelaksanaan posyandu bulan Agustus ini ada hadiah bagi para balita berupa pembagian balon sebagai bentuk apresiasi sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan selama pemeriksaan.
“Pada posyandu kali ini bertepatan pada bulan Agustus, ada pembagian balon kepada balita yang datang ke posyandu. Para kader juga mengenakan pakaian bernuansa merah putih,” kata Kader Posyandu Desa Banjarejo, Murniati..
Ia menjelaskan, jumlah balita yang hadir di Pos 1 jumlahnya lebih sedikit dibandingkan wilayah lain karena sebagian besar orang tua balita bekerja di pabrik, sehingga anak lebih banyak diasuh oleh neneknya. Selain itu, musim panen tembakau juga memengaruhi tingkat kehadiran peserta.
“Balita di pos 1 ini memang lebih sedikit dibandingkan di pos 2 nanti. Sekarang memang tidak terlalu banyak karena banyak orang tuanya bekerja di pabrik, jadi yang mengasuh biasanya neneknya. Ditambah lagi sedang musim panen tembakau sehingga banyak warga yang belum sempat datang membawa balita untuk cek kesehatan,” jelasnya.
Keder posyandu memperkirakan jumlah peserta balita akan meningkat pada pelaksanaan Posyandu Pos 2 di RW 2 karena wilayah tersebut memiliki jumlah balita yang lebih banyak.
“Kalau nanti di Pos 2 RW 2 biasanya balita yang datang lebih banyak karena memang jumlah balitanya juga lebih banyak,” tambahnya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, pelayanan berjalan tertib dan lancar. Para balita tampak cukup tenang saat menjalani proses pengukuran dengan pendampingan orang tua maupun pengasuh.
Di sisi lain, para lansia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai kondisi kesehatan yang mereka alami kepada petugas puskesmas.
Pemerintah desa bersama kader posyandu berharap masyarakat semakin rutin memanfaatkan layanan Posyandu ILP dan Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya pencegahan penyakit serta deteksi dini masalah kesehatan.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar