Kantin MTsN 1 Kota Semarang Resmi Kantongi Label Higienis, Hasil Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN Undip dan Puskesmas Kedungmundu

waktu baca 3 menit
Minggu, 2 Agu 2026 20:20 12 jatengvox

Jatengvox.com – Kantin dan koperasi MTsN 1 Kota Semarang resmi menerima label higienis dari Puskesmas Kedungmundu, menandai berakhirnya rangkaian program penguatan higienitas yang dijalankan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IDBU) Tim 58 Kelompok 3 Universitas Diponegoro.

Ketiga tenant kantin dan satu koperasi di MTsN 1 Kota Semarang sebelumnya telah mengantongi sertifikat halal, namun belum memiliki bukti resmi standar higienitas.

Program kerja Kelompok 3 pun difokuskan bukan pada sertifikasi halal, melainkan pada penguatan higienitas dan mutu pangan yang disajikan kepada ratusan siswa/i setiap harinya, hingga akhirnya berbuah label higienis resmi dari Puskesmas Kedungmundu.

Bapak Suwahir, S.Pd., selaku Wakil Kepala Kurikulum MTsN 1 Kota Semarang, turut menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Kantin dan koperasi di sekolah kami sebenarnya sudah memiliki NIB dan sudah tersertifikasi halal, hanya saja belum memiliki sertifikat higienitas. Jadi kehadiran adik-adik KKN ini tentu sangat membantu kami untuk melengkapi bagian yang masih kurang tersebut,” ujar Suwahir.

Edukasi dan Pembinaan Siswa

Baca juga:  Pemerintah Gandeng Serikat Pekerja dan Pengusaha Rumuskan Formula Baru UMP 2026

Sejak mengikuti upacara pembukaan MATAMUDA, mahasiswa KKN aktif membaur dengan lingkungan sekolah.

Tim kemudian menyosialisasikan materi Literasi Finansial & Perilaku Hidup Aman dan Sehat kepada siswa/i kelas 8 dan 9 secara bertahap di beberapa kelas, sebagai bekal pengetahuan finansial dan pola hidup sehat sejak dini.

Selain edukasi di lingkungan sekolah, mahasiswa juga aktif dalam program sosial kemasyarakatan (Sosmas) bersama warga sekitar, memperluas dampak program hingga ke lingkungan Kelurahan Sendangmulyo.

Penguatan Fasilitas Kebersihan

Di sisi infrastruktur, mahasiswa turut mendukung pembangunan fasilitas cuci tangan (wastafel) baru, revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta pengadaan sejumlah fasilitas penunjang di kantin untuk mendukung praktik higiene sehari-hari.

Baca juga:  Perkuat Sinergi Strategis, BRI BO Otista Jalin Silaturahmi dengan Direktur Utama RS UKI yang Baru

Langkah ini diharapkan mempermudah warga sekolah, baik siswa maupun penjual kantin, dalam menerapkan kebiasaan bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama Puskesmas Kedungmundu dilibatkan langsung dalam pelaksanaan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) serta pengambilan sampel makanan di kantin MTsN 1 Kota Semarang. Proses ini menjadi tahap penting menuju penerbitan label higienis bagi kantin sekolah.

Setelah melalui proses tersebut, Puskesmas Kedungmundu resmi menyerahkan label higienis kepada pihak MTsN 1 Kota Semarang [sisipkan tanggal penyerahan], disaksikan oleh mahasiswa KKNT IDBU Tim 58 Kelompok 3.

Penyerahan ini menjadi penanda bahwa kantin dan koperasi sekolah kini telah memenuhi standar higienitas resmi, melengkapi status kehalalan yang sebelumnya sudah dimiliki.

Baca juga:  Bagaimana Konflik Internasional Mempengaruhi Pair Forex Utama: Analisis Ketegangan Iran-AS terhadap EUR/USD

Ketua Kelompok 3 KKNT IDBU Tim 58, Alfarizqi Asshidiq, menjelaskan latar belakang program ini.

“Menurut hasil observasi yang kami lakukan, kami melaksanakan program ini karena melihat kantin sekolah butuh penguatan dari sisi higienitas, bukan sekadar kehalalan yang memang sudah dimiliki. Harapan kami, kebiasaan menjaga kebersihan yang sudah dibangun bersama siswa dan penjual kantin bisa terus berjalan meski program KKN sudah selesai,” kata Alfarizqi.

Dengan diterbitkannya label higienis ini, kantin dan koperasi MTsN 1 Kota Semarang kini resmi melengkapi standar kehalalan dan higienitas sekaligus, hasil kolaborasi mahasiswa KKNT IDBU Tim 58 Kelompok 3, pihak sekolah, serta Puskesmas Kedungmundu.

Mahasiswa berharap capaian ini dapat terus dijaga secara mandiri oleh sekolah, sekaligus menjadi contoh penerapan higienitas kantin sekolah yang berkelanjutan di lingkungan Kota Semarang.

 

Penulis: Kelompok 3 KKNT IDBU 58 UNDIP

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA