Dorong Inklusi Keuangan UMKM Jamu, Mahasiswa KKN Undip Gelar Edukasi QRIS secara Personal di Desa Pondok

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Agu 2026 20:30 5 jatengvox

Jatengvox.com – Desa Pondok dikenal memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jamu tradisional yang sangat bervariasi. Sayangnya, potensi besar ini belum sepenuhnya diimbangi dengan pemanfaatan teknologi modern.

Merespons kondisi tersebut, Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program penyuluhan dan pendampingan pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tanggal 7 Agustus 2026.

Program ini digagas karena minimnya kegiatan yang mendukung edukasi teknologi finansial di kawasan tersebut.

Selama ini, banyak pedagang jamu yang masih mengandalkan transaksi tunai sepenuhnya. Padahal, penggunaan metode pembayaran digital dapat mempermudah proses transaksi, mencegah peredaran uang palsu, dan menjawab kebutuhan konsumen modern yang lebih menyukai sistem cashless atau tanpa uang tunai.

Pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip bersifat personal dan proaktif. Metode pelaksanaannya adalah dengan mengunjungi langsung para pelaku UMKM jamu di Desa Pondok yang belum memiliki fasilitas pembayaran digital.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Kelompok 3 Tim IDBU 14 Kenalkan Kekayaan Desa melalui Edukasi UMKM

Melalui kunjungan ini, mahasiswa memberikan edukasi secara perlahan, mulai dari pengenalan aplikasi pembayaran, tata cara transaksi aman, hingga pendampingan pendaftaran QRIS untuk usaha mereka.

Langkah adaptasi sistem pembayaran tanpa sentuh ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bentuk modernisasi usaha tradisional yang berdampak makro.

Program edukasi ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) global. Inisiatif ini berkontribusi pada SDGs No. 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong inklusi keuangan, mempermudah transaksi penjualan, serta meningkatkan produktivitas pertumbuhan ekonomi usaha mikro.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Prodi Akuakultur Gelar Program Gemarikan, Ajak Siswa SD Kenali Manfaat Ikan bagi Pertumbuhan

Di samping itu, program ini juga selaras dengan SDGs No. 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena berupaya meningkatkan akses industri skala kecil terhadap layanan keuangan digital agar lebih berdaya saing di pasar yang makin modern.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan langsung manfaat dari program ini adalah Bu Ngatinah, pemilik UMKM “Jamu Bu Tinah”. Beliau menyambut antusias pendampingan yang diberikan oleh para mahasiswa.

“Awalnya saya bingung dan takut ribet kalau harus pakai aplikasi di HP. Tapi setelah didatangi langsung ke rumah dan diajari pelan-pelan sama adik-adik mahasiswa, ternyata pakai QRIS itu gampang banget. Sekarang kalau ada pembeli yang tidak bawa uang pas atau pas saya tidak punya uang kembalian, tinggal suruh scan saja. Sangat membantu usaha jamu saya jadi kelihatan lebih maju dan praktis,” ujar Bu Ngatinah.

Baca juga:  Krakatau IT Dukung Peningkatan Kompetensi Guru YPKS Melalui Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)

Melalui pendampingan ini, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM di Desa Pondok yang melek teknologi. Transformasi digital skala mikro ini menjadi langkah awal yang krusial bagi UMKM lokal untuk terus bertahan, berkembang, dan naik kelas di era ekonomi modern

 

 

Penulis: Muhammad Ghazlan Dhaifullah Alhadi/ TIM KKN Reguler Undip Desa Pondok

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA