KKN UIN Walisongo Posko 30 Desa Tamanrejo Kunjungi DD Farm: Belajar Manajemen 1.200 Domba Berbasis Zakat Produktif

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Nov 2025 17:08 30 Redaksi

Jatengvox.com – Tim KKN Posko 30 melakukan kunjungan edukatif ke Dompet Dhuafa Farm (DD Farm) Jawa Tengah yang berlokasi di Desa Tamanrejo pada Jumat, 14 November 2025.

DD Farm merupakan unit pengembangan peternakan domba berbasis dana zakat produktif yang dikelola sepenuhnya oleh Dompet Dhuafa tanpa keterlibatan anggaran pemerintah.

DD Farm pertama kali dibangun pada tahun 2020 dan mulai aktif diisi domba pada Maret 2021 dengan jumlah awal mencapai 1.200 ekor.

Sementara itu, Kak Miftah selaku penanggung jawab operasional menyampaikan bahwa dirinya mulai bertugas di lokasi tersebut sejak tahun 2023.

Tujuan utama pembangunan DD Farm adalah memenuhi kebutuhan hewan qurban Dompet Dhuafa di wilayah Jawa Tengah, dengan estimasi kebutuhan mencapai 20.000–30.000 ekor setiap tahunnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 34 UIN Walisongo Semarang Ajak Remaja Peduli Kesehatan demi Generasi Sehat dan Bebas Stunting

Untuk menghadapi musim Idul Adha, pengisian kandang biasanya dilakukan enam bulan sebelumnya, sementara proses renovasi kandang dilaksanakan pada periode November.

Domba-domba yang dipelihara di DD Farm berasal dari berbagai daerah, terutama wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam hal pakan, kebutuhan konsumsi domba mencapai 4% dari bobot tubuh per hari, sehingga satu ekor domba rata-rata mengonsumsi sekitar 1 kg pakan harian. Pakan tersebut terdiri dari konsentrat dan kangkung kering.

Secara ekonomi, DD Farm memiliki skala usaha yang cukup besar. Dengan modal awal sekitar Rp1 juta per domba, omzet yang dihasilkan melalui pengelolaan konsentrat dan kebutuhan operasional dapat mencapai Rp4 miliar per tahun.

Baca juga:  AI Voice dan Deepfake Tantang Regulasi Hak Cipta, Kemenkum Dorong Revisi UU

Selain memenuhi kebutuhan qurban, DD Farm juga melayani penjualan reguler ke warung sate. Rasio pengelolaan domba dinilai efisien, yaitu 1 karyawan mampu menangani hingga 200 ekor domba.

Dalam penjelasannya, Kak Miftah menambahkan bahwa DD Farm memelihara beragam jenis domba. Domba lokal cenderung memiliki kualitas bulu yang kurang baik, berbeda dengan domba impor yang bulunya dapat dimanfaatkan sebagai wol dan dicukur setiap tiga bulan.

Menariknya, domba dengan kadar protein tubuh tinggi diketahui menghasilkan kotoran yang lebih encer sehingga lebih cepat mengotori area kandang dan membutuhkan perawatan ekstra.

Baca juga:  Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang, Tumbuh Lebih dari 138% dibanding 2025

Kunjungan ini memberikan wawasan kepada tim KKN mengenai pola budidaya domba modern berbasis zakat produktif serta manajemen peternakan berskala besar.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi pengembangan peternakan produktif di wilayah setempat.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA