Jatengvox.com – Sosialisasi bertajuk “Engage and Empower” sukses diselenggarakan di Tempat Pertemuan Masyarakat (TPM) Dusun Candisari, Desa Candisari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, pada Rabu (30/7/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kelompok tani, mengenai pemanfaatan teknologi ozone dalam meningkatkan mutu dan memperpanjang umur simpan hasil pertanian hortikultura.
Acara dihadiri oleh perangkat desa, ketua RT, serta seluruh ketua kelompok tani Desa Candisari. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan inovasi teknologi pertanian di wilayah pedesaan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia, Andi Ismail, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan teknologi sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing petani di tengah tantangan modernisasi dan pasar global.
“Teknologi ozone mampu menjadi solusi bagi petani hortikultura. Selain untuk memperpanjang masa simpan hasil panen, penggunaan teknologi ini juga dapat meningkatkan kualitas produk sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Kami berharap masyarakat Desa Candisari dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dalam penerapan teknologi tersebut,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan narasumber utama, Direktur PT Dipo, Azwar Awanta, S.E., M.M.. Dalam paparannya, Azwar menjelaskan secara detail fungsi dan manfaat alat D.Ozone yang dikembangkan perusahaannya.
Menurutnya, sayuran yang direndam dengan air ber-ozone mampu mengurangi residu pestisida hingga 90 persen sekaligus memperpanjang umur simpan produk hortikultura.
“Tidak hanya itu, air bekas rendaman ozone ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman. Hal ini tentu menjadi nilai tambah karena teknologi ini bersifat ramah lingkungan sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan,” terang Azwar dalam sesi presentasi.
Selain pemaparan materi, kegiatan Engage and Empower juga dilengkapi dengan sesi implementasi dan demonstrasi lapangan.
Peserta diperlihatkan cara penggunaan alat D.Ozone secara langsung, sehingga mereka dapat memahami aplikasi teknologi tersebut dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Sesi diskusi interaktif pun berlangsung dinamis, dengan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan seputar teknis penggunaan, biaya operasional, hingga potensi pasar produk hortikultura yang telah melalui proses ozonisasi.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari keterlibatan mereka sepanjang acara. Beberapa ketua kelompok tani bahkan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini, karena memberikan wawasan baru sekaligus peluang untuk meningkatkan hasil panen.
Salah satu peserta, Sutarto, ketua kelompok tani setempat, menyatakan bahwa informasi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan para petani mengenai pentingnya inovasi dalam bidang uhm pertanian.
“Selama ini kami masih mengandalkan cara tradisional untuk menjaga kesegaran sayuran. Dengan adanya teknologi ini, kami melihat harapan baru agar produk hortikultura dari Desa Candisari bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan ajakan dari panitia agar para petani tidak hanya berhenti pada tahap pengetahuan, tetapi juga segera menerapkan hasil sosialisasi dalam praktik nyata.
Dengan demikian, diharapkan teknologi ozone dapat menjadi langkah awal menuju peningkatan kesejahteraan petani sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian berkelanjutan.
Melalui Engage and Empower, Desa Candisari menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pelopor inovasi pertanian di tingkat lokal.