Mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang 2026 bersama kepala dusun dan anak-anak Desa Rejosari usai mengikuti rangkaian kegiatan ziarah pahlawan di Desa Rejosari, Kecamatan Bansari, Temanggung. Jatengvox.com – Mengenang jasa para pejuang kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui peringatan di tingkat nasional, tetapi juga dengan menjaga ingatan terhadap sejarah perjuangan yang terjadi di daerah.
Hal tersebut dilakukan masyarakat Desa Rejosari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, melalui Upacara Ziarah Nasional di Makam Pahlawan Saubari dan Ahmadi, Minggu (16/8/2026).
Upacara tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengenang perjuangan Saubari dan Ahmadi yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi Belanda.
Kegiatan dihadiri Camat Bansari beserta unsur terkait, sejumlah kepala desa se-Kecamatan Bansari, Pemerintah Desa Rejosari, aparat, BPD, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga keturunan Saubari dan Ahmadi.
Mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang 2026 turut mengikuti rangkaian upacara hingga prosesi tabur bunga di makam kedua pahlawan tersebut.
Berdasarkan naskah sejarah Desa Rejosari, Saubari bin Haji Tohir berasal dari Nglondong, Parakan, sedangkan Ahmadi berasal dari Kauman, Parakan.
Keduanya tergabung dalam laskar TNI pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Agresi Belanda II. Saubari dan Ahmadi kemudian ditempatkan di pos pertahanan di Dusun Sempon, Desa Rejosari.
Saat menjalankan tugas patroli dan pengintaian di wilayah zona pertahanan, keduanya tertangkap tentara Belanda di Dusun Gondangan, Desa Watukumpul, Kecamatan Parakan.
Saubari dan Ahmadi kemudian dibawa ke Sempon dan dipaksa menunjukkan keberadaan tentara Indonesia serta markas TNI. Namun, keduanya memilih tetap bungkam demi melindungi kesatuannya dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Keduanya kemudian dieksekusi oleh tentara Belanda. Setelah pasukan Belanda meninggalkan lokasi, warga membawa jenazah Saubari dan Ahmadi ke pemakaman Dusun Sigarut menggunakan rigen mbako Garangan karena kondisi jenazah yang sudah tidak utuh.
Sejak saat itu, makam keduanya menjadi salah satu tempat yang terus dikenang masyarakat. Ziarah dan doa di makam Saubari dan Ahmadi dilaksanakan setiap 16 Agustus sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan keduanya.
Rangkaian Upacara Ziarah Nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI diawali dengan masuknya Komandan Upacara dan persiapan pasukan. Camat Bansari selaku Inspektur Upacara kemudian memasuki tempat upacara dan dilanjutkan dengan laporan Komandan Upacara.
Prosesi dilanjutkan dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, amanat Inspektur Upacara, serta peletakan karangan bunga oleh Camat Bansari, Danposmil, dan Kapospol.
Petugas kemudian membacakan sejarah singkat perjuangan Saubari dan Ahmadi, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ustaz Ashadi.
Upacara ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan dan laporan Komandan Upacara.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga. Prosesi tersebut dilakukan oleh Camat Bansari bersama Danposmil dan Kapospol, Kepala Desa Rejosari, Kepala Desa Nglondong, keluarga Saubari dari Nglondong, keluarga Ahmadi dari Kauman, kepala desa se-Kecamatan Bansari, serta BPD, RT, RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Prosesi tabur bunga di Makam Pahlawan Saubari dan Ahmadi dalam rangkaian Upacara Ziarah Nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Rejosari, Kecamatan Bansari, Temanggung, Minggu (16/8/2026).
Dalam sambutan yang terdokumentasi, Camat Bansari Ika Utami Wijayanti turut menyampaikan penghormatan kepada keluarga para pahlawan yang hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk keluarga Saubari dan Ahmadi.
Kehadiran keluarga keturunan kedua pahlawan menjadi bagian penting dalam kegiatan ziarah. Selain sebagai bentuk penghormatan, kehadiran mereka juga menjadi pengingat bahwa kisah perjuangan Saubari dan Ahmadi masih diwariskan melalui keluarga dan masyarakat hingga saat ini.
Camat Bansari Ika Utami Wijayanti bersama Kepala Desa Rejosari dan jajaran pemerintah Kecamatan Bansari dalam Upacara Ziarah Nasional di Makam Pahlawan Saubari dan Ahmadi.
Penghormatan terhadap kedua pahlawan juga diwujudkan melalui penggunaan nama mereka sebagai nama jalan.
Nama Saubari dan Ahmadi diabadikan sebagai nama jalan di Parakan. Sementara di Desa Rejosari, nama keduanya tercantum dalam alamat Kantor Desa Rejosari, yakni Jalan Saubari-Ahmadi No. 1, Rejosari, Bansari, Temanggung.
Penggunaan nama tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap perjuangan keduanya sekaligus pengingat sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi penerus.
Bagi mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah UIN Walisongo, keterlibatan dalam upacara ziarah menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan yang terjadi di wilayah tempat mereka menjalankan pengabdian.
Mahasiswa tidak hanya mengikuti prosesi upacara dan tabur bunga, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami sejarah Saubari dan Ahmadi yang menjadi bagian dari ingatan masyarakat Desa Rejosari.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Baehaki, Koordinator Desa kelompok KKN Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah UIN Walisongo, turut dipercaya membacakan naskah sejarah perjuangan Saubari dan Ahmadi.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam menjaga sekaligus mengenalkan kembali sejarah lokal kepada generasi muda.
Bagi mahasiswa, mengenang jasa pahlawan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Memahami kisah perjuangan yang terjadi di lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari upaya menghargai pengorbanan generasi terdahulu dan menjaga agar sejarah tersebut tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama di area makam sebelum seluruh peserta kembali menuju Kantor Desa Rejosari.
Penulis: Rohmatul Laila, Anggota KKN Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang 2026
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar