Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 52 Universitas Diponegoro 2026, Ghina Putri N F menghadirkan program penyediaan tempat sampah di kawasan Sendang Kemantren RW 07, Kelurahan Mijen, Kota Semarang.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung revitalisasi sendang melalui penyediaan fasilitas kebersihan yang dapat digunakan warga maupun pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan.
Bagi warga RW 07 Kelurahan Mijen, Sendang Kemantren bukan hanya sumber air. Kelompok tani setempat memanfaatkan air sendang untuk menyirami kebun kopi yang mereka kelola.
Selain itu, kawasan ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang publik dan destinasi wisata.
Karena itu, menjaga kebersihan sendang menjadi salah satu hal penting dalam proses revitalisasinya.
Salah satu persoalan yang masih ditemui di kawasan sendang adalah belum tersedianya tempat sampah yang memadai.
Aktivitas warga maupun pengunjung dapat meninggalkan berbagai jenis sampah, seperti bungkus makanan dan botol minuman.
Jika tidak tersedia tempat pembuangan yang jelas, sampah mudah berserakan dan berpotensi mencemari lingkungan di sekitar sumber air.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyediakan dan menempatkan tempat sampah di beberapa titik strategis di kawasan Sendang Kemantren. Penempatannya disesuaikan dengan area yang sesuai agar fasilitas tersebut dapat digunakan dengan mudah.

Kehadiran tempat sampah memang terkesan sepele bila dibandingkan rencana besar menjadikan sendang sebagai kawasan wisata.
Tapi justru dari hal-hal kecil semacam ini proses revitalisasi biasanya dimulai. Kalau kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak dibenahi dari sekarang, akan sulit membayangkan sendang ini nantinya siap menyambut pengunjung sebagai tempat wisata yang bersih dan nyaman.
Meski begitu, fasilitas saja tentu tidak cukup. Air yang dipakai kelompok tani untuk kebun kopi, dan kelak dinikmati wisatawan, hanya akan tetap jernih kalau warga dan pengunjung juga mau membuang sampah pada tempatnya serta merawat fasilitas yang sudah ada.
Tanpa kebiasaan itu, tempat sampah yang disediakan bisa saja tidak banyak berarti dalam jangka panjang.
Upaya menjaga kebersihan Sendang Kemantren turut mendukung SDGs 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, mengingat air sendang masih dimanfaatkan kelompok tani untuk kebutuhan kebun kopi.
Selain itu, keberadaan ikan yang hidup di dalam sendang menunjukkan bahwa kawasan ini juga menjadi bagian dari ekosistem yang perlu dijaga.
Dengan mengurangi sampah yang berserakan di sekitar sendang, risiko pencemaran sumber air juga dapat ditekan.
Kegiatan ini juga mendukung SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Penyediaan fasilitas kebersihan menjadi bagian dari penataan kawasan agar Sendang Kemantren dapat menjadi ruang yang lebih bersih, nyaman, dan layak dimanfaatkan bersama, terutama jika nantinya dikembangkan sebagai kawasan wisata.
Penyediaan tempat sampah menjadi salah satu langkah awal dalam proses revitalisasi Sendang Kemantren. Keberlanjutannya tetap membutuhkan kepedulian bersama, baik dari kelompok tani, warga sekitar, maupun pengunjung.
Dengan kebiasaan menjaga kebersihan yang terus dilakukan, Sendang Kemantren diharapkan tetap jernih dan terawat sekaligus mendukung rencana pengembangannya sebagai kawasan wisata.
Penulis: Ghina Putri Nur Fadhila
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar