Kemendagri Dorong Transformasi Layanan Perkotaan Berbasis Keberlanjutan

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Okt 2025 08:33 14 jatengvox

Jatengvox.com – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, menekankan bahwa paradigma pembangunan perkotaan kini tidak bisa lagi sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi harus berorientasi pada keberlanjutan dan ketangguhan.

Menurutnya, layanan publik harus inklusif, efisien, serta mampu menjawab tantangan perubahan iklim sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Indonesia saat ini menempati peringkat 77 dari 167 negara dengan nilai indeks 70,2. Pada Tujuan 11, sebanyak 60,66 persen penduduk Indonesia telah memiliki rumah layak dan terjangkau,” ujar Safrizal dalam keterangan pers, Jumat (3/10/2025).

Baca juga:  Aksi 25 Agustus–1 September Melahirkan 17+8 Tuntutan Rakyat: Desakan Paling Keras ke Prabowo dan DPR

Selain itu, 56,01 persen masyarakat sudah memiliki akses lebih baik ke transportasi umum, kualitas udara nasional tercatat 88,06 poin, dan 62,92 persen sampah kini terkelola dengan baik.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa masih ada tantangan besar yang harus ditangani bersama.

Untuk memperkuat kualitas tata kelola, Kemendagri tengah menyiapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Standar Pelayanan Perkotaan (SPP).

Baca juga:  Naniura, “Sashimi Nusantara” Warisan Sakral dari Tanah Batak

Regulasi ini menjadi instrumen penting dalam mengukur kualitas sekaligus kuantitas layanan publik di perkotaan.

Safrizal menjelaskan, transformasi layanan akan dilakukan melalui integrasi lintas sektor menjadi sistem terpadu yang efisien dan ramah lingkungan.

Pendekatan berbasis data pun diutamakan agar pemerintah daerah memiliki acuan jelas dalam menciptakan kota yang inklusif, hijau, serta layak huni.

“SPP akan menjadi panduan terukur yang membantu pemerintah daerah menyediakan layanan publik yang inklusif, hijau, dan berketahanan,” tegasnya.

Kemendagri juga memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Indonesia melalui program UI GreenMetric (UIGCM).

Baca juga:  Investasi dan Spekulasi: Dua Pendekatan dalam Dunia Keuangan

Platform ini berperan penting dalam mendorong kolaborasi serta mengukur tingkat keberlanjutan kota dan kabupaten di Indonesia.

Tahun ini, partisipasi meningkat menjadi 71 kabupaten/kota, naik dari 64 pada tahun sebelumnya.

Hasilnya, Kota Surabaya dinobatkan sebagai kota paling berkelanjutan 2025, disusul Kota Madiun dan Kota Semarang.

Kepala UI GreenMetric, Vishnu Juwono, menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur ramah lingkungan terbukti meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga menyoroti pencapaian Kota Padang Panjang, yang berhasil masuk tiga besar kota paling berkelanjutan tingkat nasional.

“Alhamdulillah, Padang Panjang masuk tiga besar kota paling berkelanjutan tahun ini,” ujarnya

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA