Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menguatkan kehadiran negara di tengah warga terdampak banjir.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin turun langsung menyambangi lokasi pengungsian banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin (19/1/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar simbolik. Pasangan yang akrab disapa Gus Yasin dan Ning Nawal itu menyusuri sejumlah titik pengungsian, berdialog langsung dengan warga, serta memastikan penanganan banjir berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Di Kota Pekalongan, rombongan mengunjungi empat lokasi pengungsian, yakni Masjid Al Karomah Krapyak Lor, SDN 3 Kelurahan Tirto, Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, serta dapur umum di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan.
Sementara di Kabupaten Pekalongan, Gus Yasin dan Ning Nawal menyambangi dapur umum di PT Sukun serta lokasi pengungsian di Masjid Al Huda, Desa Karangjompo.
Kehadiran keduanya disambut hangat warga. Suasana kunjungan berlangsung cair. Gus Yasin dan Ning Nawal tampak berbincang santai dengan para pengungsi dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, keluarga muda, hingga para lansia.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jateng menyerahkan bantuan logistik untuk mendukung penanganan banjir di dua wilayah terdampak.
Bantuan mencakup kebutuhan pokok, makanan siap saji, obat-obatan, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Sementara itu, Ning Nawal yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Jawa Tengah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak di lokasi pengungsian.
Ia menyerahkan buku tulis dan perlengkapan sekolah agar proses belajar anak-anak tetap bisa berjalan meski aktivitas sekolah diliburkan sementara.
Langkah ini dinilai penting, mengingat banyak perlengkapan sekolah warga yang rusak atau hanyut akibat banjir.
Sejumlah pengungsi mengaku terbantu dengan penanganan yang dilakukan pemerintah. Wartini, pengungsi di Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, mengatakan dirinya mengungsi bersama anak dan cucunya sejak Sabtu (17/1/2026).
Menurutnya, kebutuhan dasar selama di pengungsian tercukupi dengan baik.
“Sehari dapat makan tiga kali, minum, jajan, obat kesehatan juga ada. Senang dapat bantuan, tapi harapannya tentu banjir tidak terulang lagi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fadilah, warga Kelurahan Krapyak Lor yang mengungsi di Masjid Al Karomah.
Ia merasa kehadiran pemerintah memberi ketenangan tersendiri bagi warga terdampak.
“Rasanya lebih ringan bebannya. Senang sekali karena pemerintah benar-benar memperhatikan, dari Pak Wagub sampai Pak Wali Kota datang langsung,” katanya.
Bagi para pelajar, bantuan perlengkapan sekolah menjadi angin segar. Rizkiya, siswi kelas 9 SMPN 4 Pekalongan, mengaku buku tulisnya rusak akibat banjir yang merendam rumahnya.
“Buku-buku di rumah basah semua. Bantuan ini sangat membantu, apalagi mau masuk semester dua,” tuturnya.
Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta untuk penanganan banjir di Kota Pekalongan dan Rp182,2 juta untuk Kabupaten Pekalongan.
Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan logistik, makanan, obat-obatan, serta dukungan penanganan darurat lainnya.
Editor : Murni A














