Gus Yasin dan Ning Nawal Tinjau Pengungsi Banjir Pekalongan, Pastikan Warga Aman dan Kebutuhan Terpenuhi

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menguatkan kehadiran negara di tengah warga terdampak banjir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin turun langsung menyambangi lokasi pengungsian banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin (19/1/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar simbolik. Pasangan yang akrab disapa Gus Yasin dan Ning Nawal itu menyusuri sejumlah titik pengungsian, berdialog langsung dengan warga, serta memastikan penanganan banjir berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Di Kota Pekalongan, rombongan mengunjungi empat lokasi pengungsian, yakni Masjid Al Karomah Krapyak Lor, SDN 3 Kelurahan Tirto, Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, serta dapur umum di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan.

Baca juga:  Anggaran Aceh 2026 Tak Dipangkas, Pemprov Apresiasi Langkah Presiden Prabowo

Sementara di Kabupaten Pekalongan, Gus Yasin dan Ning Nawal menyambangi dapur umum di PT Sukun serta lokasi pengungsian di Masjid Al Huda, Desa Karangjompo.

Kehadiran keduanya disambut hangat warga. Suasana kunjungan berlangsung cair. Gus Yasin dan Ning Nawal tampak berbincang santai dengan para pengungsi dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, keluarga muda, hingga para lansia.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jateng menyerahkan bantuan logistik untuk mendukung penanganan banjir di dua wilayah terdampak.

Bantuan mencakup kebutuhan pokok, makanan siap saji, obat-obatan, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

Sementara itu, Ning Nawal yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Jawa Tengah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak di lokasi pengungsian.

Baca juga:  Tim KKN UIN Walisongo Semarang Meriahkan Turnamen Badminton HUT RI di Desa Pidodowetan, Warga Antusias

Ia menyerahkan buku tulis dan perlengkapan sekolah agar proses belajar anak-anak tetap bisa berjalan meski aktivitas sekolah diliburkan sementara.

Langkah ini dinilai penting, mengingat banyak perlengkapan sekolah warga yang rusak atau hanyut akibat banjir.

Sejumlah pengungsi mengaku terbantu dengan penanganan yang dilakukan pemerintah. Wartini, pengungsi di Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, mengatakan dirinya mengungsi bersama anak dan cucunya sejak Sabtu (17/1/2026).

Menurutnya, kebutuhan dasar selama di pengungsian tercukupi dengan baik.

“Sehari dapat makan tiga kali, minum, jajan, obat kesehatan juga ada. Senang dapat bantuan, tapi harapannya tentu banjir tidak terulang lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Fadilah, warga Kelurahan Krapyak Lor yang mengungsi di Masjid Al Karomah.

Ia merasa kehadiran pemerintah memberi ketenangan tersendiri bagi warga terdampak.

Baca juga:  Mengenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan Manajemen Bisnis di Balik KLTC® Group yang Mendorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

“Rasanya lebih ringan bebannya. Senang sekali karena pemerintah benar-benar memperhatikan, dari Pak Wagub sampai Pak Wali Kota datang langsung,” katanya.

Bagi para pelajar, bantuan perlengkapan sekolah menjadi angin segar. Rizkiya, siswi kelas 9 SMPN 4 Pekalongan, mengaku buku tulisnya rusak akibat banjir yang merendam rumahnya.

“Buku-buku di rumah basah semua. Bantuan ini sangat membantu, apalagi mau masuk semester dua,” tuturnya.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta untuk penanganan banjir di Kota Pekalongan dan Rp182,2 juta untuk Kabupaten Pekalongan.

Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan logistik, makanan, obat-obatan, serta dukungan penanganan darurat lainnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank
Didorong Kementan, Holding Perkebunan Nusantara Percepat Hilirisasi Gambir Nasional
Donor Darah Bali: Rayakan HUT ke-13, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Targetkan 30 Kantong Darah untuk Selamatkan Nyawa
Investor Indonesia Adaptif di Tengah Krisis, CEO Bittime Soroti Tren USDT hingga Bitcoin
WiFi Terbaik Selalu Dicari Oleh Pelanggan, Ini Yang Harus Diperhatikan Provider

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 11:03 WIB

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Sabtu, 25 April 2026 - 11:03 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:03 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:03 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Sabtu, 25 April 2026 - 08:03 WIB

Didorong Kementan, Holding Perkebunan Nusantara Percepat Hilirisasi Gambir Nasional

Berita Terbaru