Berita  

Mahasiswa KKN Undip Redesain Dapur UMKM Untuk Optimalkan Produktivitas, Keamanan, dan Kenyamanan

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa redesain dapur produksi dari UMKM Lokal sebagai upaya pemberdayaan UMKM lokal.

Kegiatan observasi lapangan dan diskusi dilaksanakan pada Kamis, 13 Februari 2026, dan penyerahan dilakukan pada Minggu, 15 Februari 2026, dengan melibatkan pelaku usaha UMKM lokal di Kelurahan Karangsari serta mahasiswa dari KKNT Tim 5 Undip.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan para pekerja di UMKM lokal tersebut, sehingga secara langsung meningkatkan produktivitas.

“Kalau lagi pakai mesin grinder, berisik dan getarannya agak mengganggu,” ujar Kustoyo, pemilik UMKM Mr. Kus saat diwawancarai pada Kamis (12/02/2026).

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengadakan Kunjungan ke Rumah Produksi Bolu Tiwul sebagai Oleh-Oleh Khas Daerah Kalikesek

Sebagai dapur UMKM yang merangkap dengan kasir transaksi di bagian depan, tentu hal ini tidak hanya mengganggu pekerjanya, tapi juga konsumen yang datang.

Redesain dimulai dari observasi lapangan dan diskusi langsung dengan pemilik UMKM.

Dapur UMKM ini sudah memiliki alur produksi yang jelas, sehingga diperlukan respon dari tata ruang untuk memaksimalkan alur dan sirkulasi yang rapi dan tidak mengganggu.

Setelah ditemukan permasalahannya, diberikan solusi yang feasible (yang dilakukan secara praktis dan ekonomis).

Solusi berfokus untuk mengatasi polusi yang ada, terutama polusi suara dan udara.

Baca juga:  Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin Aromaterapi, KKN UIN Walisongo Bikin Ibu-Ibu PKK Terinspirasi

Selain itu, dengan penataan visual yang baik, secara tidak langsung juga memperbaiki polusi visual yang diperlukan dikarenakan dapur UMKM ini juga mencakup area untuk interaksi dengan konsumen.

Kustoyo selaku pemilik UMKM Mr. Kus menyambut baik program ini dan mengaku terbantu dengan adanya redesain dapur UMKM miliknya.

“Terima kasih KKN Undip sudah membantu pelaku usaha kecil,” ujar Kustoyo.

Ia berharap solusi ini bisa menambah kenyamanan di dapur, terutama para pekerjanya.

Melalui program ini, diharapkan UMKM lokal semakin peka terhadap pentingnya tata ruang interior dalam mendukung produktivitas usaha mereka, sehingga dengan penataan ruang yang lebih optimal dan fungsional, UMKM lokal dapat meningkatkan kinerja, kenyamanan kerja, serta daya saing, dan pada akhirnya mampu terus berkembang secara berkelanjutan.

Baca juga:  Mahasiswa Magang UIN Walisongo Semarang Bantu Sukseskan Pemilihan Ketua Sarikat Pekerja Mandiri PT Asia Pacific Fibers Tbk Periode 2025–2028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *