Jatengvox.com – Sampah kertas rumah tangga seperti brosur, kertas catatan, hingga materi promosi bekas sering kali berakhir di tempat sampah tanpa sempat dimanfaatkan kembali secara optimal.
Mengubah permasalahan limbah tersebut menjadi peluang edukatif yang bermanfaat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program daur ulang kreatif pembuatan replika kapal berbahan dasar kertas bekas bersama anak-anak di Desa Purwodadi.
Program inovatif ini diinisiasi oleh Frans Manuel Gerardo Sinaga, mahasiswa program studi D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan, Sekolah Vokasi Undip. Melalui pendekatan belajar sambil bermain (edutainment), kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar bentuk kapal, menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak terhadap dunia perkapalan, sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas (upcycling) sejak dini.
Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahapan utama yang saling berkesinambungan. Tahap pertama diawali dengan proses pembuatan replika kapal secara langsung. Anak-anak Desa Purwodadi dikumpulkan dan didampingi dengan pengawasan dari orang tua setempat.

Bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana, terjangkau, dan aman, yaitu kertas bekas, air, baskom, isolasi, serta adonan tepung kanji yang berfungsi sebagai perekat alami.
Proses pembuatan dimulai dengan merendam dan meremas kertas bekas di dalam baskom bersama campuran air dan tepung kanji hingga menjadi adonan bubur kertas.
Adonan tersebut kemudian ditempelkan secara cermat, diratakan hingga membentuk konstruksi lambung kapal, dan dirapikan pada bagian tepinya menggunakan isolasi agar strukturnya menjadi lebih kokoh.
Tahap kedua berlangsung pada malam hari di area terbuka lingkungan pemukiman warga, bertepatan dengan momen kebersamaan warga dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada sesi sosialisasi ini, Frans memperkenalkan kembali hasil karya tersebut melalui metode permainan tebak-tebakan interaktif. Anak-anak diajak mengingat kembali alur dan cara pembuatan replika kapal dengan sangat antusias.
“Melalui media yang sederhana dan akrab dengan kehidupan sehari-hari, kami ingin membuktikan bahwa ilmu perkapalan dapat dikenalkan dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mengajarkan anak-anak bahwa barang bekas dapat diubah menjadi karya yang bernilai edukatif,” ungkap Frans.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Purwodadi, khususnya generasi muda, dapat terus meningkat dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi karya yang bermanfaat.
Penulis: Frans Manuel Gerardo Sinaga / Tim II KKN Undip Desa Purwodadi
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar