Jatengvox.com – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Reguler Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja “Edukasi Bahaya dan Keselamatan Listrik Rumah Tangga” kepada ibu-ibu PKK RW 01 Desa Ngaren, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di pelataran kediaman RW 01 tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi risiko kecelakaan akibat listrik di lingkungan rumah tangga.
Salah satu sesi dalam kegiatan tersebut membahas tanggap darurat dan pertolongan pertama pada korban sengatan listrik.
Materi disampaikan oleh Erlina Lestiana Siburian, mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro.
Penyampaian materi berfokus pada langkah aman yang dapat dilakukan ketika menemukan seseorang yang mengalami sengatan listrik.

Dalam sesi tersebut, ibu-ibu PKK RW 01 diberikan pemahaman bahwa sengatan listrik tidak hanya menimbulkan rasa kesemutan, tetapi juga dapat menyebabkan kontraksi otot, gangguan irama jantung, luka bakar, gangguan pernapasan, hingga cedera akibat terjatuh.
Arus listrik juga dapat menyebabkan gangguan pada bagian dalam tubuh yang tidak selalu terlihat dari luar. Oleh karena itu, korban sengatan listrik tetap perlu mendapatkan pemeriksaan oleh tenaga medis meskipun terlihat sadar dan dalam kondisi baik.
Peserta kemudian diperkenalkan dengan langkah sederhana yang perlu dilakukan ketika menemukan korban sengatan listrik.
Penolong harus terlebih dahulu memastikan kondisi sekitar aman dan memutus sumber aliran listrik sebelum memberikan pertolongan.
Ibu-ibu PKK juga diingatkan untuk tidak langsung menyentuh korban dengan tangan kosong karena dapat menyebabkan penolong ikut tersengat.
Apabila sumber listrik belum dapat diputus, benda yang tidak menghantarkan listrik, seperti kayu kering atau karet, dapat digunakan untuk membantu menjauhkan korban dari sumber listrik.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking yang melibatkan ibu-ibu PKK RW 01.
Sesi tersebut menjadi selingan untuk menciptakan suasana yang lebih santai sekaligus meningkatkan kembali fokus dan antusiasme peserta sebelum memasuki sesi berikutnya.
Antusiasme peserta kemudian terlihat dalam quiz time. Beberapa pertanyaan diberikan berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, seperti tindakan pertama saat menemukan korban sengatan listrik, alasan tidak boleh menyentuh korban secara langsung, serta langkah pertolongan yang tepat.
Ibu-ibu PKK yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan partisipasi mereka selama kegiatan.
Melalui penyampaian materi yang disertai ice breaking dan quiz time, kegiatan berlangsung secara interaktif dan tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi.
Ibu-ibu PKK RW 01 Desa Ngaren diharapkan dapat mengingat langkah-langkah yang tepat ketika menghadapi kecelakaan akibat listrik serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam mencegah dan menghadapi keadaan darurat akibat listrik di lingkungan rumah tangga
Penulis: Erlina Lestiana Siburian, Mahasiswa KKN-R UNDIP Desa Ngaren 2026
Kontak media: Ig @kkn.desangaren
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar