BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan kini makin serius dengan memaksimalkan peran teknologi digital.

Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membangun sistem terpadu yang memastikan bantuan sosial benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik penanggulangan kemiskinan, mulai dari data yang tidak sinkron, bantuan yang tumpang tindih, hingga rendahnya dampak jangka panjang dari program sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada integrasi data sosial-ekonomi, penguatan sistem digital pemerintah, serta peningkatan literasi digital masyarakat.

Baca juga:  SNBP 2026 Resmi Dimulai Akhir Desember, Sekolah dan Siswa Perlu Bersiap dari Sekarang

Menurut Budiman, pendekatan digital menjadi krusial agar kebijakan tidak lagi berbasis asumsi, melainkan data yang akurat dan mutakhir.

Dengan begitu, bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

“SITASKIN menjadi terobosan negara dalam mengatasi kemiskinan struktural. Sistem ini mengintegrasikan data, pendanaan, dan pemberdayaan ekonomi desa agar bantuan bersifat produktif dan berkelanjutan,” ujar Budiman dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Lebih lanjut, Budiman menjelaskan bahwa sistem tersebut ditopang oleh Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang terhubung dengan ekosistem koperasi desa.

Baca juga:  Kelola Dana THR dengan Buka Akun di HSB Investasi, Bonus hingga Rp4,2 Juta

Skema ini diharapkan mampu mendorong masyarakat miskin tidak hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga pelaku ekonomi produktif.

Dengan fondasi tersebut, pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan pada 2029.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh berhenti pada kecanggihan teknologi semata.

Menurutnya, teknologi harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

“Transformasi digital harus menghadirkan keadilan dan membuka akses bagi masyarakat yang tertinggal. Teknologi tidak boleh jauh dari nilai kemanusiaan,” kata Meutya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 39 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Karanganyar 1

Ia memaparkan, berdasarkan data pemerintah, tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2025 tercatat sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan September 2024 yang berada di level 8,57 persen.

Meski tren kemiskinan menunjukkan penurunan, Meutya menilai langkah percepatan tetap diperlukan, terutama untuk menekan kemiskinan ekstrem.

Karena itu, Komdigi dan BP Taskin sepakat memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari pertukaran data, optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga edukasi publik dan penguatan infrastruktur komunikasi nasional.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Namun Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti
Kementerian PU Salurkan Donasi Rp600 Juta bagi ASN Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh
Krakatau Steel Tegaskan Pentingnya Proteksi Industri Baja di Tengah Pergeseran Kebijakan Amerika Serikat
Taman Bendera Pusaka Resmi Dibuka, SUCOFINDO Kawal Proyek dari Aspek Kualitas hingga K3
Dupoin Futures Awali 2026 dengan Serangkaian Inisiatif Sosial dan Kolaborasi Industri
Apa Itu Perlindungan Endpoint dan Mengapa Penting?
Fitch Menaikkan Asumsi Harga Komoditas, Ini Prospeknya
KVA Kembali Buka VA Bootcamp 2026: Program Pelatihan Virtual Assistant Paling Komprehensif di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 21:03 WIB

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Namun Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti

Senin, 30 Maret 2026 - 20:03 WIB

Kementerian PU Salurkan Donasi Rp600 Juta bagi ASN Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh

Senin, 30 Maret 2026 - 20:03 WIB

Krakatau Steel Tegaskan Pentingnya Proteksi Industri Baja di Tengah Pergeseran Kebijakan Amerika Serikat

Senin, 30 Maret 2026 - 17:02 WIB

Taman Bendera Pusaka Resmi Dibuka, SUCOFINDO Kawal Proyek dari Aspek Kualitas hingga K3

Senin, 30 Maret 2026 - 16:03 WIB

Dupoin Futures Awali 2026 dengan Serangkaian Inisiatif Sosial dan Kolaborasi Industri

Berita Terbaru