Jawa Tengah Masih Bebas Virus Nipah, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Warga Tetap Waspada

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan hingga awal Februari 2026, belum ditemukan kasus warga yang terjangkit virus Nipah (NiV).

Meski status masih nol kasus, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan terus menjaga pola hidup bersih serta berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, khususnya buah-buahan.

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, langkah pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih penting dibanding penanganan setelah penularan terjadi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa hingga Rabu (4/2/2026), wilayah Jawa Tengah masih aman dari paparan virus Nipah.

Baca juga:  UMP, UMK, hingga Upah Sektoral Jawa Tengah 2026 Ditetapkan Serentak 24 Desember

Namun, ia mengingatkan kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama agar situasi tersebut bisa terus dipertahankan.

Menurut Luthfi, kebiasaan sederhana seperti mencuci buah sebelum dikonsumsi dan segera memeriksakan diri saat mengalami gejala awal, menjadi langkah preventif yang sangat efektif.

Ia juga menyebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki sistem pengawasan kesehatan yang menjangkau hingga tingkat desa.

Program dokter spesialis keliling atau Speling memungkinkan deteksi dini berbagai penyakit menular, termasuk potensi ancaman virus dari luar daerah.

Dengan sistem tersebut, Luthfi optimistis Jawa Tengah memiliki pertahanan kesehatan masyarakat yang cukup kuat.

Sejalan dengan itu, Dinas Kesehatan Jawa Tengah terus mengampanyekan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.

Baca juga:  Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Jateng, Heri Purnomo, menjelaskan bahwa virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menjadi inang alaminya.

Virus dapat berpindah ke manusia melalui buah atau makanan yang terkontaminasi liur, feses, atau air seni kelelawar. Karena itu, kebersihan makanan menjadi faktor krusial dalam pencegahan.

Gejala infeksi virus Nipah sendiri bervariasi. Mulai dari demam, pusing, dan sakit tenggorokan, hingga keluhan saluran pernapasan seperti batuk dan sesak napas.

Pada beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami gangguan pencernaan. Meski demikian, tidak sedikit kasus yang menunjukkan gejala ringan atau bahkan tidak spesifik.

Baca juga:  Program BKK Jateng Demi Kesejahteraan Petani: Modal Murah, Asuransi, hingga Jaminan Off Taker

Atas dasar itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul, terutama setelah mengonsumsi buah yang diduga terkontaminasi atau tergigit hewan.

Upaya pencegahan juga dilakukan di sektor transportasi udara. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang telah memperketat pengawasan terhadap penumpang internasional bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI tentang kewaspadaan terhadap penyakit virus Nipah.

Pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dilakukan di area kedatangan internasional, terutama bagi penumpang dari rute Semarang–Malaysia dan Semarang–Singapura.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemprov Jateng Ubah Skema Pengelolaan Aset demi Tingkatkan PAD
Balik Rantau Gratis 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Siapkan Bus dan Kereta untuk 3.700 Pemudik
Program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ratusan Bus dan Kereta Disiapkan dari Jakarta dan Bandung
Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih
Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman
Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba
Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029
Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:30 WIB

Pemprov Jateng Ubah Skema Pengelolaan Aset demi Tingkatkan PAD

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:56 WIB

Balik Rantau Gratis 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Siapkan Bus dan Kereta untuk 3.700 Pemudik

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:32 WIB

Program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ratusan Bus dan Kereta Disiapkan dari Jakarta dan Bandung

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:12 WIB

Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:17 WIB

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman

Berita Terbaru