Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Dukung Tradisi Susuk Wangan di Sendang Kali Ngerancah Dusun Jurang Belik Desa Mlilir

waktu baca 2 menit
Minggu, 27 Jul 2025 09:49 14 Redaksi

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 10 Dusun Jurang Belik, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan mendukung tradisi Susuk Wangan dengan berpartisipasi dalam rangkaian tradisi pada Sabtu, 26 Juli 2025.

Susuk Wangan adalah tradisi turun-temurun sejak dulu berupa kegiatan membersihkan Kali Ngerancah sebagai wujud rasa syukur terhadap anugerah Tuhan.

Hanya saja, penamaan Susuk Wangan baru diresmikan tahun 2024 oleh Bupati Semarang.

“Susuk Wangan ini sudah ada sejak dulu, hanya saja namanya bukan Susuk Wangan. Nama Susuk Wangan baru diresmikan tahun 2024 oleh bupati. Susuk Wangan adalah aksi nyata dalam wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah memberikan air yang bersih. Maka, sudah menjadi kewajiban sebagai manusia untuk senantiasa menjalin keharmonisan dengan alam,” ujar Jamhari, Kepala Desa Mlilir.

Tradisi dimulai pukul 06.00 WIB dengan gotong royong membersihkan air di Sendang Kali Ngerancah, menanam bibit tanaman di sekitarnya, hingga pembacaan tahlil khidmat.

Baca juga:  TIM KKN Moderasi Beragama Posko 18 UIN Walisongo Resmi Paparkan Proker di Desa Pidodowetan, Total 17 Program Siap Dilaksanakan

Acara dilanjutkan pengajian dan doa oleh Gus An’im Aba Abdillah sekaligus wilujengan dengan memanggang ayam bersama.

Tradisi ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga remaja.

Antusiasme masyarakat Jurang Belik tampak tinggi karena selain melestarikan lingkungan, tradisi ini juga mempererat persaudaraan antarwarga.

“Tradisi ini sudah ada sejak dulu, dan harus dilestarikan,” ujar salah satu warga Jurang Belik.

Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, tradisi ini tetap eksis sebagai kekayaan lokal yang perlu dijaga.

Gus An’im menambahkan, “Mugi-mugi Jurang Belik menjadi gemah ripah loh jinawi.”

Harapannya, Dusun Jurang Belik senantiasa makmur, tenteram, dan subur tanahnya.

Baca juga:  Mengenal Pair Forex Utama dan Karakteristik Pergerakannya

Sebagai bagian dari rangkaian tradisi Merti Dusun, Susuk Wangan perlu terus dilestarikan karena memberi dampak positif bagi keharmonisan antara manusia dan alam.

Farida Putri Ramadhani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA