Berita  

Kini Lebih Praktis! Mahasiswa KKNT Undip Kembangkan Alat Press Botol Plastik untuk Desa Sawit

Mahasiswa KKN-T Tim 29 Universitas Diponegoro menunjukkan alat press botol plastik di Desa Sawit, Klaten, Minggu (25/1/2026),

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim-29 Universitas Diponegoro melaksanakan program pembuatan alat press (tekan) sampah botol plastik di Desa Sawit, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pengelolaan sampah plastik di tingkat desa sekaligus memberikan solusi atas keterbatasan fisik warga.

Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa dalam mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan desa.

Desa Sawit diketahui memiliki jumlah warga lanjut usia (lansia) yang cukup dominan.

Kondisi ini membuat proses pengelolaan sampah, khususnya botol plastik bekas, menjadi kurang optimal karena membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.

Botol plastik yang dikumpulkan dalam kondisi utuh juga memakan banyak ruang dan menyulitkan proses penyimpanan serta pengangkutan.

Baca juga:  Peringatan Hari Santri 2025: Madin Nahdhotussibyan Bersama KKN UIN Walisongo Adakan Perlombaan untuk Asah Ilmu Agama

Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN yang terdiri dari M. Syauqi Finardhy Saputra, Nada Fauzy Rosyda, Muhammad Najih Failasofi, M. Syafiq Hazim, Muhammad Aldi Fahrozi, Jaki Zakariya, dan Virgi Achmad Fahrezi, merancang sebuah alat press botol plastik yang sederhana dan mudah digunakan.

Alat ini dirancang dengan mempertimbangkan aspek keamanan serta kemudahan pengoperasian bagi warga lansia. Dengan sistem kerja yang praktis, botol plastik dapat dipadatkan tanpa memerlukan tenaga besar.

Alat ini dibuat dari limbah renovasi rumah yang sudah tidak terpakai, seperti kayu Kalimantan dan kayu papan, yang kemudian dirakit dan disambungkan menggunakan beberapa engsel.

Alat press ini dirancang tanpa menggunakan energi listrik dan tidak termasuk jenis press hidrolik. Pengoperasiannya cukup dengan tenaga manusia untuk menekan botol plastik hingga volumenya menjadi lebih kecil.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Anak-Anak SD Ngempon Belajar Bersama Rutin

Alat press yang telah dibuat kemudian diperkenalkan pada hari Minggu, 25 Januari 2026 yang disaksikan langsung oleh Pak Maryadi selaku Kepala Desa Sawit dan alat ini bisa digunakan langsung oleh warga Desa setempat.

Warga dapat memanfaatkan alat tersebut untuk memadatkan botol plastik hasil kegiatan rumah tangga. Hasil pemadatan membuat sampah plastik menjadi lebih ringkas dan mudah dikelola.

Keberadaan alat press ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Selain meringankan beban fisik warga lansia, alat ini juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan bersih.

Baca juga:  Tarif LRT Jabodebek Maksimal Rp10.000 Selama Libur Panjang 18–24 Maret

Sampah botol plastik yang telah dipadatkan dapat disimpan dengan lebih efisien atau dijual kembali sebagai barang bernilai ekonomi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap alat press sampah botol plastik dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Sawit.

Inovasi sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

Dengan demikian, kebersihan lingkungan desa dapat terjaga dan kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat.

 

 

Penulis: M. Syauqi Finardhy Saputra

DPL 1: Dr. Sri Isdadiyanto S.Si., M.Si.

DPL 2: Ir. Ari Wibawa Budi Santosa, S.T., M.Si.

DPL 3: Slamet Suharto S.Pi., M.Si.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *