PPPA Dorong Revisi Perpres untuk Tangkis Ancaman Predator Daring terhadap Anak

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyoroti meningkatnya ancaman predator daring di dunia digital.

Fenomena ini kian mengkhawatirkan lantaran pelaku kejahatan mulai memanfaatkan berbagai platform seperti media sosial dan gim online untuk mendekati calon korban, terutama anak-anak dan remaja.

Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, mengungkapkan bahwa kelompok usia 11 hingga 16 tahun merupakan yang paling rentan terhadap eksploitasi seksual secara daring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, masa tersebut adalah periode krusial dalam tumbuh kembang anak yang sering dimanfaatkan oleh pelaku untuk membangun kedekatan dan kepercayaan.

“Predator sudah mulai berburu anak-anak di dunia maya. Mereka masuk lewat game, berpura-pura menjadi teman, lalu memanfaatkan kelemahan psikologis anak. Padahal di usia itu, mereka seharusnya tumbuh dengan baik,” ujar Veronica dalam keterangannya, pada Selasa, 4 November 2025.

Baca juga:  Sambut Arus Mudik Lebaran, Pelindo Multi Terminal Siagakan 15 Terminal Penumpang

Pemerintah, kata Veronica, tengah memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk memastikan perlindungan anak di dunia maya berjalan komprehensif.

Upaya ini menjadi bagian dari pembahasan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Gugus Tugas Penanganan Pornografi, yang akan menjadi payung hukum bagi upaya pencegahan dan penindakan terhadap eksploitasi anak secara digital.

“Kami ingin menegaskan kembali urgensi memperkuat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi. Forum ini harus lintas sektor, tidak bisa parsial lagi, karena perlindungan anak di dunia maya menyangkut banyak aspek,” tegasnya.

Veronica juga mengungkapkan fakta yang mencengangkan: secara global, Indonesia kini menempati peringkat ketiga dunia dalam kasus pornografi, termasuk yang melibatkan anak.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Sosialisasikan Batas Sentuhan Tubuh di SDN 2 Ngempon

Berdasarkan data internasional, terdapat lebih dari 1,4 juta laporan eksploitasi, dengan tren meningkat pada kasus live streaming dan pemerasan berbasis konten digital.

Kejahatan ini juga semakin canggih karena pelaku memanfaatkan teknologi baru seperti deepfake, serta fitur-fitur komunikasi di berbagai platform populer seperti Discord, Roblox, dan game daring lainnya.

“Platformnya sebenarnya tidak jahat. Tapi cara orang menggunakannya yang bisa disalahgunakan untuk kejahatan. Itu yang perlu kita waspadai bersama,” ujar Veronica.

Dukungan terhadap langkah Kementerian PPPA datang dari Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto.

Baca juga:  Produk Lokal Jateng Ramaikan Inacraft 2025 dengan Inovasi Berkelas

Ia menilai revisi Perpres Nomor 25 Tahun 2012 sangat mendesak karena kasus-kasus pornografi anak terus meningkat dan menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa.

“Perpres ini nanti akan mengatur dua hal utama, yakni tugas gugus tugas dan rencana aksi nasional. Harapannya bisa rampung Desember ini. Karena kasus-kasus pornografi anak tidak pernah berhenti, selalu mengintai anak cucu kita,” ujar Bambang.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Berita Terbaru