PLN Umumkan Tarif Listrik Oktober–Desember 2025 Tidak Berubah untuk Semua Golongan

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa tarif tenaga listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) tidak akan mengalami kenaikan untuk periode Oktober hingga Desember 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, di Jakarta pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Dengan keputusan ini, baik pelanggan listrik bersubsidi maupun non-subsidi akan membayar tarif yang sama seperti triwulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diambil di tengah tekanan kenaikan harga energi global dan fluktuasi ekonomi makro.

Meski parameter-parameter seperti kurs rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA) menunjukkan potensi kenaikan tarif, pemerintah memilih untuk mempertahankan tarif agar daya beli masyarakat tidak terkikis dan iklim usaha tetap terjaga.

Baca juga:  Tingkatkan Keamanan Produksi, Mahasiswa Teknik Mesin Undip Edukasi K3 bagi Pelaku UMKM di Karangsari

Subsidi dan Non-Subsidi: Siapa yang Terkena?

Pelanggan bersubsidi mencakup rumah tangga dengan daya kecil (misalnya 450 VA, 900 VA) yang telah terdaftar dalam daftar penerima bantuan, serta pelanggan sosial, industri kecil, dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pemerintah menegaskan bahwa golongan ini tetap mendapatkan subsidi listrik dan tidak mengalami perubahan tarif hingga akhir tahun.

Sementara itu, pelanggan non-subsidi — misalnya rumah tangga dengan daya lebih besar, golongan bisnis, dan industri yang bukan menerima subsidi — juga tidak mengalami kenaikan tarif.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Sukses Gelar Expo di Lapangan Beji Ungaran Timur

Meskipun secara teknis mekanisme penyesuaian tarif untuk golongan non-subsidi dilakukan setiap tiga bulan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, pemerintah memutuskan menahan tarif untuk triwulan IV 2025

Rincian Tarif per kWh

Berikut ini beberapa tarif listrik per kWh untuk berbagai golongan pelanggan yang berlaku mulai 1 Oktober 2025 dan tetap hingga akhir tahun.

Golongan rumah tangga bersubsidi:

  • Daya 450 VA: Rp 415 per kWh

  • Daya 900 VA: Rp 605 per kWh

Golongan rumah tangga non-subsidi (atau rumah tangga mampu):

  • Daya 900 VA (RTM): Rp 1.352 per kWh

  • Daya 1.300-2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh

  • Daya 3.500 VA ke atas (R-2, R-3): Rp 1.699,53 per kWh

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dorong Digitalisasi UMKM Salamsari lewat Pemasangan Banner dan Google Maps

Golongan bisnis/industri/pemerintah non-subsidi (sebagai contoh):

  • Bisnis B-2 (6.600 VA-200 kVA): Rp 1.444,70 per kWh

  • Industri I-3 (di atas 200 kVA): Rp 1.114,74 per kWh

  • Industri besar I-4 (30.000 kVA ke atas): Rp 996,74 per kWh

  • Pemerintah P-1 (6.600 VA-200 kVA): Rp 1.699,53 per kWh
    (Tarif-tarif ini adalah contoh dan dapat berbeda sedikit tergantung kondisi spesifik pelanggan.)

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru