Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 menunjukkan dedikasi nyata dalam pelestarian lingkungan.
Bertempat di RW 08 Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, tim mahasiswa meluncurkan rangkaian program kerja unggulan yang berfokus pada kemandirian pangan dan sanitasi lingkungan pada Minggu (18/01/2026).
Ada tiga pilar utama dalam kegiatan ini: pembuatan Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga), pemasangan Lubang Resapan Biopori, dan sistem Pengairan Otomatis untuk memastikan keberlanjutan taman.
Program ini bermula dari keresahan mahasiswa melihat adanya taman toga yang belum terkelola maksimal di wilayah RW 08. Dengan gotong royong bersama warga, lahan tersebut kini disulap menjadi Taman Toga yang asri.
Berbagai jenis tanaman seperti jahe, kunyit, lidah buaya, kencur, pandan, cabe, hingga keji beling ditanam di sana. Tujuannya jelas: agar warga memiliki akses mudah terhadap obat-obatan herbal alami untuk kesehatan sehari-hari.
Tak hanya fokus pada estetika, mahasiswa KKN UPGRIS juga memperhatikan aspek drainase. Mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi di awal tahun 2026, tim memasang sejumlah titik biopori di area taman.
“Pemasangan biopori ini berfungsi ganda. Selain mempercepat resapan air hujan ke tanah untuk mencegah genangan, lubang ini juga menjadi tempat pengomposan sampah organik yang nantinya bisa menyuburkan tanaman Toga di sekitarnya,” ujar Ketua Panitia KKN UPGRIS Kelompok Gemah.
Masalah utama taman kota seringkali adalah perawatan yang terabaikan. Untuk mengantisipasi hal ini, mahasiswa memasang sistem pengairan mandiri yang efisien.
Sistem ini dirancang agar warga tidak terbebani dalam penyiraman harian, sehingga tanaman tetap terhidrasi meski dalam kondisi cuaca panas.

Ketua RW 08 Kelurahan Gemah menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kami sangat terbantu. Sekarang lingkungan jadi lebih hijau, dan yang paling penting ada transfer ilmu tentang manfaat tanaman herbal dan cara menjaga air tanah melalui biopori,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya program ini, diharapkan warga RW 08 Kelurahan Gemah dapat meneruskan estafet perawatan taman sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang.
Editor : Murni A














