Wujudkan Lingkungan Hijau, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Sulap RW 08 Gemah Jadi Kawasan Edukasi Toga

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 menunjukkan dedikasi nyata dalam pelestarian lingkungan.

Bertempat di RW 08 Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, tim mahasiswa meluncurkan rangkaian program kerja unggulan yang berfokus pada kemandirian pangan dan sanitasi lingkungan pada Minggu (18/01/2026).

Ada tiga pilar utama dalam kegiatan ini: pembuatan Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga), pemasangan Lubang Resapan Biopori, dan sistem Pengairan Otomatis untuk memastikan keberlanjutan taman.

Program ini bermula dari keresahan mahasiswa melihat adanya taman toga yang belum terkelola maksimal di wilayah RW 08. Dengan gotong royong bersama warga, lahan tersebut kini disulap menjadi Taman Toga yang asri.

Baca juga:  Gelar Budaya dan Expo UMKM 2025 Tuntang Meriah, Desa Watuagung Tampilkan Produk Unggulan

Berbagai jenis tanaman seperti jahe, kunyit, lidah buaya, kencur, pandan, cabe, hingga keji beling ditanam di sana. Tujuannya jelas: agar warga memiliki akses mudah terhadap obat-obatan herbal alami untuk kesehatan sehari-hari.

Tak hanya fokus pada estetika, mahasiswa KKN UPGRIS juga memperhatikan aspek drainase. Mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi di awal tahun 2026, tim memasang sejumlah titik biopori di area taman.

“Pemasangan biopori ini berfungsi ganda. Selain mempercepat resapan air hujan ke tanah untuk mencegah genangan, lubang ini juga menjadi tempat pengomposan sampah organik yang nantinya bisa menyuburkan tanaman Toga di sekitarnya,” ujar Ketua Panitia KKN UPGRIS Kelompok Gemah.

Baca juga:  Mendagri Terbitkan SE Baru soal Penggunaan Bantuan dan Anggaran Daerah untuk Penanganan Bencana

Masalah utama taman kota seringkali adalah perawatan yang terabaikan. Untuk mengantisipasi hal ini, mahasiswa memasang sistem pengairan mandiri yang efisien.

Sistem ini dirancang agar warga tidak terbebani dalam penyiraman harian, sehingga tanaman tetap terhidrasi meski dalam kondisi cuaca panas.

Ketua RW 08 Kelurahan Gemah menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kami sangat terbantu. Sekarang lingkungan jadi lebih hijau, dan yang paling penting ada transfer ilmu tentang manfaat tanaman herbal dan cara menjaga air tanah melalui biopori,” ungkapnya.

Baca juga:  Kolaborasi Pemprov Jateng dan Undip untuk Turunkan Kematian Ibu dan Anak

Dengan berakhirnya program ini, diharapkan warga RW 08 Kelurahan Gemah dapat meneruskan estafet perawatan taman sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tanamkan Budaya Hemat, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN 1 Palebon Gemar Menabung Sejak Dini
Hadapi Musim Hujan, PKK Jawa Tengah Galakkan Penanaman Pohon di Pekarangan
Kemendikdasmen Terapkan TKA Inklusif 2026, Murid Berkebutuhan Khusus Difasilitasi Teknologi Khusus
75 Persen Sampah Nasional Masih Dibuang Terbuka, Daerah Resmi Masuk Darurat Sampah
Pemulihan Listrik Pascabencana Sumatra Capai 99 Persen, Pemerintah Fokus Percepatan Rehabilitasi
Mahasiswa KKN UPGRIS Dorong Inovasi Kemasan UMKM Souvenir Desa Leyangan
KemenPPPA Tetapkan Dua Program Prioritas 2026, DPR Ingatkan Risiko Pemangkasan Anggaran
DPR Minta Perpanjangan HGU Dipastikan Tepat Waktu demi Stabilitas Industri

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:45 WIB

Tanamkan Budaya Hemat, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN 1 Palebon Gemar Menabung Sejak Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:02 WIB

Hadapi Musim Hujan, PKK Jawa Tengah Galakkan Penanaman Pohon di Pekarangan

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:22 WIB

Kemendikdasmen Terapkan TKA Inklusif 2026, Murid Berkebutuhan Khusus Difasilitasi Teknologi Khusus

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:49 WIB

75 Persen Sampah Nasional Masih Dibuang Terbuka, Daerah Resmi Masuk Darurat Sampah

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:26 WIB

Pemulihan Listrik Pascabencana Sumatra Capai 99 Persen, Pemerintah Fokus Percepatan Rehabilitasi

Berita Terbaru