Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Hadiri Tradisi Iriban di Mata Air Kali Siplodongan Lerep

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Hadiri Tradisi Iriban di Mata Air Kali Siplodongan Lerep Ungaran – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 turut serta dalam kegiatan budaya Iriban yang digelar masyarakat di Sungai Siplodongan, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Tradisi ini menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Lerep yang hingga kini masih dilestarikan sebagai wujud syukur atas limpahan air serta menjaga kebersamaan antarwarga.

Iriban merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan warga sekitar sumber air atau sungai dengan cara bersama-sama membersihkan saluran irigasi.

Selain sebagai bentuk gotong royong menjaga kelestarian alam, kegiatan ini juga sarat dengan nilai budaya dan kebersamaan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 Dukung Kegiatan Posyandu Balita di Desa Diwak

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 ikut terjun langsung membersihkan lingkungan sungai, hingga membantu menata bebatuan agar aliran air tetap lancar.

Koordinator KKN Kelompok 20, Hartanto Apriandi, mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka dalam tradisi ini memberikan pengalaman berharga.

“Kami merasa bangga bisa ikut serta dalam tradisi Iriban ini. Selain menjaga kelestarian sungai, kami juga belajar bagaimana warga Lerep menjaga tradisi leluhur yang penuh makna kebersamaan,” ujarnya.

Kegiatan Iriban di Mata Air Kali Siplodongan dimulai sejak pagi hari. Warga, perangkat desa, karang taruna dan mahasiswa KKN bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar mata air.

Suasana hangat tercipta ketika semua peserta tanpa membedakan usia bekerja bersama demi tujuan yang sama.

Setelah kegiatan bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan air.

Baca juga:  Tim KKN UIN Walisongo Posko 18 Salurkan Lebih dari 20 Mushaf Al-Qur’an untuk TPQ di Desa Pidodowetan

Ketua Dusun Lerep, menyampaikan bahwa tradisi Iriban sudah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari identitas Desa Lerep.

“Iriban bukan hanya membersihkan sungai, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi. Dengan adanya mahasiswa yang ikut serta, kami merasa senang karena generasi muda ikut mengenal tradisi ini,” ungkapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ramadhan Renaldy, M.Kom., menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya belajar dari sisi akademik, tetapi juga mengenal langsung budaya masyarakat.

“Keterlibatan mahasiswa dalam Iriban menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya sebatas program kerja, melainkan juga ikut menjaga dan melestarikan budaya lokal yang ada di desa,” jelasnya.

Selain ikut membersihkan lingkungan sekitaran sungai, mahasiswa KKN juga mendokumentasikan kegiatan ini untuk dijadikan materi publikasi, agar generasi muda semakin mengenal pentingnya menjaga kearifan lokal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Sosialisasi Penggunaan Gadget Bersama Ibu-Ibu PKK di RW 5 Kaligawe

Mereka berharap dokumentasi tersebut dapat memberi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut melestarikan budaya serupa di daerah masing-masing.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama sederhana di tepi sungai menggunakan hasil bumi lokal.

Mahasiswa dan warga duduk lesehan sambil menikmati hidangan, menandakan eratnya hubungan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.

Melalui keikutsertaan dalam tradisi Iriban ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 tidak hanya berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga ikut melestarikan budaya leluhur masyarakat Desa Lerep.

Dengan semangat kebersamaan, mereka berharap kegiatan ini terus dijaga sebagai warisan budaya sekaligus sarana memperkuat persatuan antarwarga.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo
DPR Sahkan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Ini Harapan Lima Tahun ke Depan

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:38 WIB

Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

Berita Terbaru