Jatengvox.com – Distribusi bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini mendapat dukungan penuh dari TNI Angkatan Laut.
Empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dikerahkan untuk memastikan pasokan logistik dapat menjangkau wilayah yang selama ini sulit ditembus lewat jalur darat.
Keputusan ini diambil untuk merespons cepat kondisi lapangan yang membutuhkan akses bantuan lebih merata dan efisien.
Langkah mobilisasi armada laut tersebut diumumkan melalui siaran pers pada Minggu, 30 November 2025.
TNI AL menegaskan bahwa penggunaan jalur laut menjadi opsi strategis untuk mencapai daerah pesisir serta pulau-pulau kecil yang selama ini terkendala infrastruktur akibat bencana.
Dalam pelaksanaan tugas kali ini, empat kapal yang diberangkatkan meliputi KRI Suharso, KRI Semarang, KRI Teluk Banten, dan KRI Teluk Gilimanuk.
Masing-masing kapal ditugaskan menempuh rute berbeda menuju Sibolga dan Nias, menyesuaikan kebutuhan distribusi di titik-titik yang terdampak paling berat.
Pengiriman serentak pada Minggu pagi menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam mengakselerasi pemulihan.
Selain membawa logistik dasar seperti makanan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat, armada ini juga membawa personel pendukung yang akan membantu proses penyaluran di lapangan.
Keberadaan kapal-kapal berkapasitas besar ini memungkinkan pengiriman logistik dalam jumlah lebih besar dan lebih stabil, terutama ketika kondisi cuaca dan akses darat menjadi kendala utama.
Beberapa daerah pesisir bahkan hanya bisa dijangkau lewat laut akibat jalur darat yang rusak.
Penggunaan empat KRI sekaligus menunjukkan bahwa wilayah pesisir dan pulau terluar mendapat perhatian khusus.
Selama ini, daerah-daerah tersebut sering tertinggal dalam distribusi bantuan karena keterbatasan akses.
Dengan operasi terpadu ini, jangkauan bantuan diharapkan lebih menyeluruh, mulai dari permukiman padat penduduk hingga desa-desa di pulau kecil.
Selain itu, keberangkatan armada TNI AL juga memberi kepastian bagi pemerintah daerah dan relawan bahwa dukungan logistik tidak akan terputus.
Dalam situasi bencana, kecepatan dan keberlanjutan distribusi sangat menentukan efektivitas penanganan di lapangan.
Editor : Murni A













