Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 74 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengenalkan konsep ekonomi sirkular melalui edukasi pemilahan sampah kepada siswa-siswi kelas 3 dan 4 SDN 01 Purwosari, Kelurahan Purwosari, pada Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sosial Masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari jurusan Bioteknologi, Ekonomi, dan Ilmu Komunikasi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan pengelolaan sampah kepada anak-anak sejak dini sekaligus menanamkan pemahaman bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah.
Melalui pemilahan yang tepat, sebagian sampah dapat dikelola, digunakan kembali, atau dimanfaatkan sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Konsep ekonomi sirkular diperkenalkan melalui pendekatan sederhana yang disesuaikan dengan usia siswa.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai pengertian sampah, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan tiga jenis sampah, yaitu organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), beserta contoh yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa dikenalkan pada gagasan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga bagaimana sesuatu yang sudah tidak digunakan dapat dikelola agar tidak langsung menjadi sampah yang terbuang.
Pemahaman tersebut menjadi pengenalan awal terhadap prinsip ekonomi sirkular, yaitu upaya untuk mempertahankan penggunaan suatu sumber daya selama mungkin melalui pengurangan sampah, penggunaan kembali, pemanfaatan, dan pengelolaan material.
Dalam konteks sederhana yang diperkenalkan kepada siswa, kebiasaan memilah menjadi salah satu langkah awal agar sampah dapat diarahkan pada pengelolaan yang sesuai dan berpotensi kembali memberikan manfaat.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, kegiatan juga dirancang untuk mendorong siswa berkomunikasi dan berpartisipasi secara aktif.
Siswa diajak menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat mengenai sampah yang mereka temui sehari-hari, serta menjelaskan alasan ketika menentukan kategori suatu sampah.
Pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk berani berbicara dan menyampaikan pemikirannya di hadapan teman-teman.
Dalam praktiknya, siswa diberikan berbagai gambar sampah untuk kemudian dipilah ke dalam wadah organik, anorganik, dan B3. Ketika terdapat perbedaan jawaban, siswa diajak untuk menyampaikan alasan dan mendengarkan pendapat teman sebelum menentukan kategori yang tepat.
Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berfokus pada kemampuan mengenali jenis sampah, tetapi juga melatih siswa untuk mengemukakan pendapat, mendengarkan orang lain, dan membangun pemahaman melalui interaksi.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti praktik pemilahan, dan berpartisipasi dalam kegiatan penutup berupa “Tepuk Sampah”.
Aktivitas tersebut digunakan sebagai cara sederhana untuk membantu siswa mengingat kembali materi sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
“Kakak-kakak KKN baik dan ramah, jadi kita bisa ngobrol dan tertawa bersama dengan gembira. Kita juga belajar kalau memilah sampah itu penting banget supaya lingkungan bersih, sampah bisa didaur ulang, dan kita terbiasa menjaga bumi sejak kecil,” ujar Zea, salah satu siswi SDN 01 Purwosari.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T 74 UNDIP berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya memilah sampah, tetapi juga mengenal bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
Kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh sejak dini, disertai keberanian siswa untuk berpendapat dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.
Penulis: Arfenia Nabila Azzahra, Dwi Aryo Basuseno, Nadia Putri Yubiksana
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar