Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 50 Universitas Diponegoro melaksanakan workshop pembuatan coaster dan gantungan kunci eco terrazzo bersama PKK RW 05 Kelurahan Rowosari, Sabtu (1/8).
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah anorganik menjadi produk kreatif dengan nilai guna dan nilai ekonomis.
Sampah organik yang paling sering ditemukan sebagai limbah anorganik rumah tangga adalah bungkus deterjen.
Materialnya yang berbahan dasar alumunium foil dan Polyethylene Terephthalate (PET) menjadikan bungkus deterjen sebagai limbah anorganik yang sulit terurai.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T IDBU 50 Universitas Diponegoro mengajak PKK RW 05 Kelurahan Rowosari mencari alternatif pemanfaatan limbah tersebut menjadi produk yang lebih bernilai.

Workshop diawali dengan pengenalan resin sebagai salah satu bahan utama. Pengenalan ini meliputi karakteristik dan fungsi resin secara umum serta manfaat resin dalam produksi Eco Terrazzo.
Peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai peranan komposit abu sekam padi dalam campuran resin untuk menghasilkan material yang lebih kuat, estetik, dan ramah lingkungan.
Kedua bahan ini menjadi bahan yang esensial untuk membuat coaster dan gantungan kunci berbasis Eco Terrazzo.
Pendekatan terintegrasi juga disampaikan dalam workshop ini. Peserta dijelaskan cara menghitung kebutuhan bahan berdasarkan ukuran dan bentuk cetakan.
Harapannya, pemahaman tersebut dapat membantu memastikan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dapat dimanfaatkan secara efisien untuk mendapatkan hasil maksimal. Tidak hanya itu, aspek keselamatan kerja menjadi poin yang ditekankan sebelum proses produksi dimulai.
Edukasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam pengolahan resin dipaparkan agar peserta memahami pentingnya perlindungan kulit, mata, dan pernafasan.
Diberikan pula edukasi pertolongan pertama terhadap kontak resin yang memicu gejala kesehatan sebagai langkah awal keselamatan kerja.
Setelah peserta mendapatkan semua bahan dan memakai alat pelindung diri, peserta mendengarkan dan mempraktekkan secara langsung panduan produksi Eco Terrazzo.
Pemaparan awal mengenai langkah-langkah disampaikan oleh mahasiswa KKN-T IDBU 50. Setelah itu peserta dapat memulai produksi dengan menggunting bungkus deterjen menjadi potongan kotak kecil, pencampuran bahan hingga proses pencetakan produk.
Dengan adanya praktik langsung ini, diharapkan peserta dapat mengetahui potensi bungkus deterjen sebagai bahan baku produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.

Peserta dipaparkan mengenai production board sebagai media monitoring kegiatan produksi. Harapannya dengan adanya production board, produksi bisa dilakukan dengan efektif dan menghasilkan produk-produk yang memiliki standar kualitas yang sama.
Materi mengenai dasar hukum dan legalitas menjadi materi penutup kegiatan workshop untuk memberikan wawasan awal apabila hasil kreativitas warga akan dikembangkan menjadi kegiatan usaha.
“Harapannya, workshop ini tidak hanya menjadi sebuah program kerja mahasiswa KKN-T, namun bisa bermanfaat dan dilanjutkan oleh ibu-ibu PKK RW 05. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan baru dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, dampak kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan di tingkat warga,” ucap Izat, salah satu mahasiswa KKN-T IDBU 50 Universitas Diponegoro.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T IDBU 50 Universitas Diponegoro mengajak PKK RW 05 Kelurahan Rowosari untuk tidak hanya memandang sampah sebagai barang yang dibuang, namun juga bisa menjadi potensi besar untuk pemanfaatan lebih lanjut.
Workshop pemanfaatan bungkus deterjen menjadi Eco Terrazzo diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk dengan nilai guna dan nilai ekonomi.
Penulis: Tim KKN-T IDBU 50 Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar